Nilai Religius Dikenal oleh Bangsa Indonesia Sejak Zaman Apa? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nilai religius dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi.
Keberadaan nilai tersebut dapat dilihat dari berbagai kebiasaan, tradisi, serta peninggalan yang mencerminkan kehidupan kepercayaan masyarakat pada masa lalu.
Jejak-jejak tersebut menunjukkan bahwa kehidupan religius telah memiliki tempat tersendiri dalam perkembangan masyarakat Indonesia.
Nilai Religius Dikenal oleh Bangsa Indonesia Sejak Zaman Praaksara
Nilai religius dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman praaksara melalui tiga sistem kepercayaan, yaitu animisme, dinamisme, dan totemisme.
Berdasarkan penjelasan murid.kemendikdasmen.go.id, selain mengenal berbagai bentuk kepercayaan tersebut, masyarakat pada masa praaksara juga telah mengenal prosesi pemakaman serta upacara-upacara ritual yang berkaitan dengan mata pencaharian di wilayah tempat tinggalnya.
Istilah praaksara lebih tepat digunakan dibandingkan prasejarah. Prasejarah dapat diartikan sebagai masa sebelum adanya sejarah, sedangkan pada kenyataannya kehidupan manusia sudah berlangsung sebelum adanya tulisan.
Perbedaannya terletak pada belum adanya kemampuan untuk mencatat setiap peristiwa kehidupan secara tertulis. Karena itu, istilah praaksara digunakan untuk menggambarkan masa ketika manusia belum mengenal tulisan.
Salah satu bentuk kepercayaan yang dikenal pada masa praaksara adalah animisme. Animisme merupakan bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan bahwa di alam sekitar manusia terdapat berbagai macam roh.
Aktivitas religius dalam kepercayaan ini dilakukan melalui pemujaan terhadap roh-roh tersebut. Selain animisme, terdapat dinamisme atau preanimisme.
Bentuk religi dinamisme didasarkan pada kepercayaan terhadap adanya kekuatan sakti dalam berbagai hal yang dianggap luar biasa. Aktivitas religius yang dilakukan berpedoman pada kepercayaan terhadap kekuatan tersebut.
Sementara itu, totemisme merupakan bentuk religi yang terdapat dalam masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok kekerabatan unilineal. Kepercayaan ini didasarkan pada anggapan bahwa kelompok-kelompok tersebut berasal dari dewa-dewa nenek moyang.
Nilai religius yang dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman praaksara tidak hanya melalui sistem kepercayaan, tetapi juga melalui aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Prosesi pemakaman dan upacara ritual yang berkaitan dengan mata pencaharian menjadi bagian dari kehidupan pada masa tersebut.
Zaman praaksara dimulai ketika manusia sudah ada, tetapi belum mengenal tulisan. Masa ini kemudian berakhir setelah manusia mulai mengenal tulisan.
Di Nusantara, masa lampau diperkirakan telah terbentuk sekitar 2.500 juta tahun yang lalu, sedangkan perkembangan sejarah kemudian ditandai dengan berdirinya Kerajaan Kutai sekitar abad ke-5 yang dibuktikan melalui prasasti berbentuk yupa di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Nilai religius dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman praaksara, melalui animisme, dinamisme, dan totemisme serta berbagai aktivitas religius seperti pemakaman dan upacara ritual. (Rahma)
Baca juga: Stilistika adalah Apa? Ini Pengertian dan Ruang Lingkupnya