Non Woven: Bentuk Kain dan Manfaatnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuk kain non woven menjadi salah satu pilihan yang digemari oleh banyak kalangan. Non woven adalah apa dan bentuk kain seperti bagaimana menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang menemukan istilah tersebut pada berbagai produk sehari-hari.
Istilah ini mungkin terdengar cukup familiar, tetapi maknanya belum tentu dipahami secara jelas. Terlebih, material ini memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dari bahan tekstil yang umum dikenal.
Jika memahami pengertian, karakteristik, serta proses pembuatannya, pembaca dapat mengenali alasan material tersebut banyak digunakan dan bagaimana membedakannya dari jenis bahan lainnya.
Non Woven adalah Kain Tekstil
Non woven adalah apa? Dikutip dari situs thenonwovensinstitute.com, pada awal perkembangannya, kain non woven dibuat dengan cara merekatkan kumpulan serat menggunakan bahan perekat.
Definisi tertulis mengenai nonwoven pertama kali muncul dari American Society for Testing and Materials (ASTM) pada tahun 1962. Saat itu, non woven dijelaskan sebagai kain tekstil yang dibuat dari kumpulan serat yang disusun atau disatukan menggunakan perekat.
Seiring perkembangan teknologi, pengertian non woven menjadi lebih luas. Menurut INDA (Association of the Nonwoven Fabrics Industry), nonwoven merupakan struktur berbentuk lembaran atau jaring.
Struktur ini dibuat dengan menyatukan serat atau filamen melalui proses mekanis, termal, atau kimiawi. Bahan ini memiliki bentuk yang datar dan berpori serta dapat dibuat langsung dari serat maupun bahan plastik.
Berbeda dari kain pada umumnya, non woven tidak dibuat melalui proses menenun atau merajut dan tidak membutuhkan serat yang terlebih dahulu diubah menjadi benang. Proses pembuatan kain non woven memiliki dasar yang sama, tetapi setiap teknik produksi dapat menghasilkan karakteristik bahan yang berbeda.
Oleh sebab itu, kain non woven tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu gambaran umum. Pemilihan jenis serat, cara membentuk lembaran serat, teknik menyatukan serat, hingga tahap akhir pembuatannya dapat disesuaikan untuk menghasilkan sifat bahan tertentu.
Proses tersebut memungkinkan produsen membuat material sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Karakteristiknya yang juga dapat disesuaikan membuat nonwoven digunakan dalam berbagai bidang.
Material ini dapat ditemukan pada produk medis, pakaian, industri otomotif, penyaring, konstruksi, geotekstil, hingga alat pelindung diri. Penggunaannya yang luas menunjukkan bahwa nonwoven memiliki fungsi yang cukup beragam untuk memenuhi kebutuhan.
Itulah penjelasan tentang non woven dan bagaimana kain tersebut terbentuk. Pembahasan mengenai material ini menarik untuk diketahui karena penggunaannya cukup luas di berbagai industri. (IF)
Baca juga: Thrifting Itu Apa dan Mengapa Banyak Orang Menyukainya? Ini Penjelasannya