Konten dari Pengguna

Thrifting Itu Apa dan Mengapa Banyak Orang Menyukainya? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Thrifting itu apa? . Foto: Unsplash/Becca McHaffie
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Thrifting itu apa? . Foto: Unsplash/Becca McHaffie

Thrifting itu apa? Kegiatan mencari pakaian bekas kini semakin mudah ditemukan, baik di toko khusus, pasar, maupun melalui media sosial. Bagi sebagian orang, berburu pakaian seperti ini terasa menarik karena ada banyak pilihan yang bisa ditemukan dengan harga yang lebih terjangkau.

Model lama, pakaian bermerek, hingga barang dengan desain yang jarang dijumpai dapat menjadi incaran. Tidak jarang, proses memilih dari tumpukan pakaian justru memberikan pengalaman tersendiri karena pembeli tidak pernah tahu barang seperti apa yang akan ditemukan.

Kebiasaan tersebut kemudian membuat thrifting semakin dikenal dan menjadi bagian dari cara berbelanja sebagian orang.

Thrifting Itu Apa Pengertiannya?

Ilustrasi Thrifting itu apa? . Foto: Unsplash/Rain

Thrifting itu apa? Secara sederhana, thrifting adalah kegiatan membeli atau mencari barang bekas yang masih layak digunakan, terutama pakaian, dengan harga yang umumnya lebih terjangkau.

Mengutip dari laman organisasisetda.bulelengkab.go.id, thrifting pada awalnya dipandang sebagai cara untuk memperpanjang usia pakaian sekaligus mengurangi limbah dari industri mode.

Namun, perkembangannya membuat aktivitas ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan, tetapi juga gaya berpakaian dan kebiasaan berbelanja.

Ada beberapa alasan yang membuat thrifting disukai banyak orang. Salah satunya adalah harga. Pakaian bekas biasanya dapat ditemukan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan barang baru. Kondisi tersebut membuat seseorang bisa mendapatkan pakaian yang masih bagus tanpa mengeluarkan biaya sebesar ketika membeli produk baru.

Selain harga, keunikan barang juga menjadi daya tarik. Tempat thrifting sering menyediakan beragam model pakaian dari berbagai periode dan gaya.

Karena itu, seseorang dapat menemukan jaket, kemeja, celana, sweater, atau pakaian lainnya dengan desain yang berbeda dari produk yang sedang banyak dijual di toko. Bagi pencinta fashion, proses mencari barang tersebut justru menjadi bagian yang menyenangkan karena tidak selalu tahu apa yang akan ditemukan.

Thrifting juga sering dikaitkan dengan upaya menggunakan kembali pakaian yang masih layak. Daripada langsung dibuang, pakaian dapat dipakai oleh orang lain sehingga masa penggunaannya menjadi lebih panjang.

Konsep ini sejalan dengan gagasan mengurangi pembelian barang baru secara berlebihan dan menekan jumlah pakaian yang berakhir sebagai limbah.

Dengan demikian, thrifting bukan sekadar kegiatan mencari pakaian murah. Aktivitas ini dapat menjadi pilihan untuk menemukan pakaian unik, menghemat pengeluaran, sekaligus menggunakan kembali barang yang masih memiliki manfaat.

Namun, seperti kebiasaan berbelanja lainnya, jumlah pembelian dan kebutuhan tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berubah menjadi konsumsi berlebihan.(Arif)

Baca juga: Inkracht adalah Apa? Pahami Makna Istilahnya