Konten dari Pengguna

Norma yang Mengajarkan Kita untuk Selalu Menghormati yang Lebih Tua

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. unsplash/andersonlumo
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. unsplash/andersonlumo

Norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua menjadi salah satu pembahasan dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap individu hidup berdampingan dan melakukan berbagai bentuk interaksi dengan orang di sekitarnya.

Dalam hubungan tersebut, diperlukan pedoman agar perilaku yang dilakukan tetap sesuai dengan nilai yang diterima dalam lingkungan sosial. Pedoman inilah yang dikenal sebagai norma.

Norma yang Mengajarkan Kita untuk Selalu Menghormati yang Lebih Tua dalam Kehidupan Bermasyarakat

ilustrasi norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. unsplash/jamiehowardtaylor

Norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua adalah norma kesopanan. Norma kesopanan bersumber dari pergaulan dan adat istiadat yang berkembang di suatu lingkungan masyarakat.

Salah satu contoh penerapannya adalah menghormati orang tua. Sikap tersebut menjadi bagian dari perilaku yang dianggap pantas dalam kehidupan sosial.

Berdasarkan informasi papuapegunungan.kpu.go.id, secara umum, norma merupakan seperangkat aturan atau kaidah, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang menjadi pedoman bagi anggota masyarakat dalam berperilaku.

Norma membantu mengatur kehidupan bersama agar hubungan antarindividu dapat berjalan dengan tertib. Tanpa adanya norma, setiap orang dapat bertindak tanpa memperhatikan kepentingan dan hak orang lain sehingga berpotensi menimbulkan kekacauan dalam kehidupan sosial.

Di Indonesia, terdapat empat norma utama berdasarkan sumber ajarannya, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Norma agama bersumber dari wahyu Tuhan, sedangkan norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia.

Norma kesopanan bersumber dari pergaulan dan adat istiadat, sementara norma hukum bersumber dari negara melalui peraturan atau undang-undang. Norma kesopanan tidak dituangkan dalam bentuk peraturan resmi seperti undang-undang.

Norma ini tumbuh dalam kehidupan masyarakat melalui kebiasaan dan nilai yang diterima bersama. Karena berasal dari pergaulan dan adat istiadat, penerapannya dapat berkaitan dengan kebiasaan yang berlaku dalam lingkungan tertentu. Menghormati orang tua menjadi salah satu contoh perilaku yang mencerminkan norma tersebut.

Norma juga terbentuk melalui proses sosial. Suatu tindakan dapat dilakukan berulang kali apabila dianggap baik dan bermanfaat, kemudian diikuti oleh orang lain.

Ketika tindakan tersebut diterima secara luas, kebiasaan itu dapat berkembang menjadi aturan yang dianggap seharusnya dilakukan. Pada akhirnya, nilai tersebut dapat tertanam dalam kesadaran masyarakat.

Dalam penerapannya, pelanggaran norma kesopanan dapat memperoleh sanksi sosial, seperti cemoohan atau pengucilan sosial. Hal ini berbeda dengan norma hukum yang memiliki sanksi tegas dan memaksa.

Norma kesopanan berfungsi sebagai pedoman perilaku sekaligus membantu menciptakan ketertiban dan menjaga hubungan sosial.

Norma yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati yang lebih tua adalah norma kesopanan, yang bersumber dari pergaulan dan adat istiadat. Contohnya dapat dilihat melalui perilaku menghormati orang tua dalam kehidupan sehari-hari. (Rahma)

Baca juga: Prinsip dalam Musyawarah untuk Pengambilan Keputusan Bersama dan Penjelasannya