Konten dari Pengguna

Occupational Health and Safety adalah Sistem Penting di Tempat Kerja

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Occupational Health and Safety adalah Sistem Penting di Tempat Kerja, Foto:Unsplash/Levi Meir Clancy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Occupational Health and Safety adalah Sistem Penting di Tempat Kerja, Foto:Unsplash/Levi Meir Clancy

Occupational Health and Safety adalah sistem penting di tempat kerja yang keberadaannya semakin relevan seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Penerapannya juga berkaitan erat dengan cara sebuah tempat kerja menciptakan kondisi yang mendukung aktivitas tanpa mengabaikan aspek perlindungan bagi orang-orang di dalamnya.

Ketika keselamatan dan kesehatan kerja menjadi perhatian, suasana kerja dapat dibangun dengan lebih terarah dan bertanggung jawab.

Mengapa Occupational Health and Safety adalah Sistem Penting di Tempat Kerja

Ilustrasi Occupational Health and Safety adalah Sistem Penting di Tempat Kerja, Foto:Unsplash/Ümit Yıldırım

Occupational Health and Safety adalah sistem penting di tempat kerja yang mencakup berbagai aspek kesehatan dan keselamatan dalam lingkungan kerja. Penerapannya bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat pekerjaan.

Lingkungan kerja yang aman dan sehat tercipta ketika risiko telah dihilangkan atau berbagai tindakan yang secara wajar dapat dilakukan sudah diterapkan untuk mengurangi risiko hingga tingkat yang dapat diterima.

Selain itu, upaya pencegahan perlu menjadi bagian dari budaya organisasi sehingga keselamatan dan kesehatan tidak hanya diperhatikan pada kondisi tertentu.

Berdasarkan informasi dari ilo.org, sejak didirikan International Labour Organization (ILO) telah mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Seiring perkembangannya, ILO telah mengadopsi sekitar 40 Konvensi dan Rekomendasi yang secara khusus berkaitan dengan berbagai persoalan keselamatan dan kesehatan kerja.

Pemberi kerja memiliki kewajiban untuk mematuhi undang-undang dan peraturan mengenai keselamatan serta kesehatan kerja. Namun, pengelolaannya tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan hukum.

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik juga dapat membantu menjaga keberlangsungan bisnis dengan mencegah tingginya tingkat ketidakhadiran dan menghindari kehilangan tenaga kerja terampil.

Kinerja keselamatan dan kesehatan kerja yang baik juga dapat mendukung peningkatan produktivitas serta daya saing. Selain itu, penerapannya dapat membantu mengurangi premi asuransi.

Investasi dalam aspek kesehatan dan keselamatan juga dapat mendukung tujuan strategis, seperti menjaga reputasi yang kuat untuk menarik tenaga kerja serta membangun hubungan dengan rantai pasokan yang diinginkan.

Pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kerja sama dan dialog di lingkungan kerja sehingga keterlibatan pekerja semakin baik.

Untuk mengelola keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif, perusahaan perlu membangun budaya keselamatan dalam organisasi.

Pengelolaan tersebut dilakukan dengan menerapkan prinsip manajemen dan pengendalian risiko, menyelaraskan sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan kegiatan bisnis lainnya, serta melibatkan pekerja dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

Tanggung jawab menjaga keselamatan dan kesehatan di tempat kerja tidak hanya berada pada pemberi kerja.

Pekerja dan perwakilannya juga perlu bekerja sama dengan memperhatikan keselamatan diri, mengikuti petunjuk keselamatan dan kesehatan, menggunakan alat pelindung dengan benar, serta melaporkan kondisi berbahaya, kejadian, dan kecelakaan.

Untuk mendukung kepatuhan dan kinerja keselamatan serta kesehatan kerja, pemberi kerja juga membutuhkan dukungan dan arahan dari pihak berwenang. Hal ini ditekankan dalam Konvensi ILO 155 dan 187.

Usaha mikro dan kecil menengah, khususnya, dapat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kewajiban hukum serta mengembangkan proses pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja. (DANI)

Baca juga: Bagaimana Face Unlock Membedakan Wajah yang Mirip? Ini Teknologi di Baliknya