Penerapan Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Lingkungan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penerapan sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antar sesama. Nilai-nilai kemanusiaan perlu diperhatikan dalam berbagai interaksi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dalam kehidupan yang beragam, sikap saling menghargai dan menjaga hubungan baik menjadi hal yang perlu terus dibiasakan.
Penerapan Sila Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Sesama Manusia
Berdasarkan materi video yang diunggah murid.kemendikdasmen.go.id, penerapan sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui sikap saling menyayangi, menghormati, dan menghargai sesama manusia.
Sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari merupakan pengamalan nilai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.
Sila kedua mengajarkan setiap orang untuk memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya, mengakui persamaan hak, serta mengembangkan sikap saling mencintai dan tenggang rasa.
Pancasila merupakan dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia. Istilah Pancasila disampaikan oleh Ir. Sukarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.
Lima sila kemudian dirumuskan sebagai dasar negara. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Pengamalan sila kedua dapat dimulai dari lingkungan sekolah.
Contohnya, menghormati guru, menghargai teman, dan membantu siswa yang sedang mengalami kesulitan. Sekelompok siswa yang mengumpulkan dana untuk membantu teman yang tertimpa musibah juga mencerminkan nilai kemanusiaan.
Tindakan tersebut menunjukkan kepedulian dan sikap tolong-menolong. Selain itu, tidak melakukan perundungan atau mengucilkan teman karena perbedaan merupakan bentuk menghargai harkat dan martabat manusia.
Di lingkungan keluarga, pengamalan sila kedua dapat dilakukan dengan menghormati orang tua, menyayangi saudara, serta membantu anggota keluarga yang membutuhkan.
Setiap anggota keluarga juga perlu saling menghargai pendapat dan menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan. Sementara itu, di lingkungan masyarakat, contohnya adalah membantu tetangga yang mengalami kesulitan, menjenguk orang sakit, dan mengikuti kegiatan sosial.
Menghargai perbedaan suku, agama, serta kebiasaan juga penting untuk menjaga hubungan baik antar warga. Sikap tersebut sejalan dengan nilai kemanusiaan yang terkandung dalam sila kedua.
Setiap orang perlu menghindari tindakan semena-mena, main hakim sendiri, dan memicu pertengkaran. Jika terjadi perselisihan, penyelesaiannya sebaiknya dilakukan dengan mengutamakan kebenaran dan keadilan.
Penerapan sila kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti menghormati orang lain, membantu sesama, dan tidak membeda-bedakan siapa pun.
Kebiasaan tersebut mencerminkan nilai kemanusiaan serta membantu menciptakan kehidupan yang rukun, adil, dan beradab. (Rahma)
Baca juga: Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi dalam Kehidupan Bernamgsa dan Bernegara