Pengertian Mitigasi Bencana yang Perlu Diketahui
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian mitigasi bencana perlu dipahami ketika membahas kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lingkungan sekitar.
Bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, atau kebakaran dapat muncul dalam situasi yang sulit diperkirakan.
Kondisi tersebut membuat pembahasan mengenai kesiapan dan berbagai langkah sebelum bencana terjadi semakin penting untuk diperhatikan.
Pengertian Mitigasi Bencana sebagai Upaya Mengurangi Risiko
Dikutip dari laman bpbd.bogorkab.go.id, pengertian mitigasi bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak buruk yang dapat muncul akibat suatu bencana.
Dalam memahami mitigasi bencana, terdapat dua hal penting yang menjadi perhatian, yaitu risiko dan dampak buruk. Risiko berkaitan dengan kemungkinan munculnya akibat yang merugikan ketika bencana terjadi, sedangkan dampak buruk merupakan akibat yang dapat ditimbulkan oleh bencana.
Karena itu, mitigasi diarahkan pada berbagai upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian serta menekan dampak yang dapat muncul.
Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi setelah bencana terjadi, tetapi juga dilakukan dengan memperhatikan risiko yang mungkin muncul sejak sebelumnya.
Mitigasi bencana terbagi menjadi dua jenis, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural. Keduanya memiliki bentuk upaya yang berbeda, tetapi sama-sama bertujuan mengurangi risiko bencana.
Mitigasi struktural dilakukan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur untuk memperkecil dampak bencana. Bentuknya dapat berupa pembangunan bendungan, tanggul, dan saluran drainase, serta perancangan bangunan yang tahan terhadap gempa.
Sementara itu, mitigasi nonstruktural dilakukan melalui kebijakan dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana. Upayanya dapat berupa penyusunan peraturan tata ruang, edukasi, penyuluhan, serta peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat.
Penerapan mitigasi juga dapat disesuaikan dengan jenis bencana yang berpotensi terjadi. Pada banjir, langkah yang dapat dilakukan meliputi reboisasi, penataan zonasi lahan, serta pembangunan sistem drainase yang baik.
Untuk gempa bumi, mitigasi dapat dilakukan dengan menerapkan standar konstruksi bangunan tahan getaran dan mengadakan simulasi evakuasi secara rutin.
Langkah tersebut berkaitan dengan kesiapan menghadapi guncangan sekaligus proses evakuasi apabila gempa terjadi.
Pada tanah longsor, upaya mitigasi mencakup menghindari pembangunan di zona rawan, membuat terasering, serta memperbaiki saluran air di lereng.
Sementara itu, mitigasi gunung meletus dapat dilakukan dengan menjauhi jalur aliran lahar serta menyiapkan jalur dan tempat evakuasi yang aman.
Dengan demikian, bentuk mitigasi dapat berbeda sesuai dengan karakteristik bencana yang dihadapi.
Upaya tersebut mencakup pembangunan fisik, penyusunan kebijakan, peningkatan pengetahuan, hingga kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. (RAHMA)
Baca juga: Kenapa Langit Bisa Menjadi Gelap Saat Gunung Meletus? Ini Jawabannya