Konten dari Pengguna

Pengertian Timelapse dalam Teknik Fotografi dan Videografi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Timelapse adalah, Foto: Unsplash/Timo Volz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Timelapse adalah, Foto: Unsplash/Timo Volz

Timelapse adalah salah satu istilah yang sering dijumpai dalam dunia fotografi, videografi, hingga pembuatan konten visual. Penggunaannya mampu menyajikan perubahan suatu objek atau kondisi dalam rangkaian visual yang menarik.

Meski terlihat sederhana, proses di baliknya melibatkan teknik dan pengaturan tertentu agar hasil yang ditampilkan tetap jelas dan memiliki alur yang menarik.

Teknik ini membuat proses yang biasanya berlangsung dalam waktu lama dapat disajikan dengan cara yang lebih ringkas dan mudah diamati.

Timelapse adalah Teknik Fotografi atau Video yang Direkam dengan Waktu Tertentu

Ilustrasi Timelapse adalah, Foto: Unsplash/Pedro Lopes

Dikutip dari situs enlaps.io, timelapse adalah efek maju cepat yang dicapai dengan menangkap gambar dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan pemutarannya.

Pada umumnya, video standar merekam sekitar 24 hingga 60 frame setiap detik secara terus-menerus.

Rangkaian frame tersebut kemudian diputar secara berurutan untuk menciptakan ilusi gerakan yang halus dan terlihat seperti berlangsung secara nyata.

Sebab pengambilan gambar dilakukan dalam interval yang sangat rapat, setiap perubahan kecil dalam suatu adegan dapat terekam dan ditampilkan secara berkelanjutan.

Berbeda dengan video standar, video timelapse dibuat dengan mengatur jarak waktu tertentu di antara setiap pengambilan gambar. Kamera tidak merekam setiap detik secara terus-menerus, melainkan mengambil gambar pada interval yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, kamera dapat diatur untuk mengambil satu foto setiap satu menit. Foto-foto tersebut kemudian disusun dan diputar kembali dengan kecepatan 24 frame per detik.

Melalui cara ini, satu menit waktu nyata hanya ditampilkan sebagai satu frame dalam video sehingga proses yang sebenarnya berlangsung lama dapat terlihat jauh lebih cepat.

Jika dibandingkan dengan perekaman biasa pada 24 frame per detik, metode tersebut dapat membuat waktu tampak berjalan hingga 1.440 kali lebih cepat.

Hasilnya, perubahan yang berlangsung secara perlahan, seperti pergerakan awan, matahari terbit, aktivitas di jalan, atau perkembangan suatu objek, dapat terlihat dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Rahasia dari teknik timelapse terletak pada ketidaksesuaian antara pengambilan gambar dan pemutaran.

Interval pengambilan gambar sesuai dengan waktu yang dihabiskan antara setiap foto (misalnya, 1 foto setiap 5 detik). Kecepatan pemutaran sesuai dengan standar video (umumnya 25 atau 30 frame per detik).

Urutan gambar yang diambil secara perlahan dalam format pemutaran cepat inilah yang menciptakan efek spektakuler dari video timelapse.

Adapun untuk mode timelapse yang terdapat di hampir semua smartphone dan kamera modern mengotomatiskan seluruh proses.

Pengguna hanya perlu membidik gambar, mulai merekam, dan perangkat akan mengambil foto secara berkala, lalu secara otomatis menggabungkannya untuk menghasilkan video yang siap dibagikan. (IF)

Baca juga: Angle Kamera adalah? Ini Hal-hal Teknis yang Harus Diketahui Fotografer