Konten dari Pengguna

Penyebab Air Keran Berbau Kaporit yang Perlu Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi penyebab air keran berbau kaporit. unsplash/Tosab Photography
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi penyebab air keran berbau kaporit. unsplash/Tosab Photography

Penyebab air keran berbau kaporit sering menjadi pertanyaan ketika membuka keran dan mencium aroma yang mirip dengan air kolam renang. Kondisi ini cukup umum ditemukan pada air yang berasal dari sistem penyediaan air bersih.

Aroma tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran, padahal dalam banyak kasus berkaitan dengan proses pengolahan air sebelum didistribusikan ke rumah.

Penyebab Air Keran Berbau Kaporit yang Terkait Proses Pengolahan

ilustrasi penyebab air keran berbau kaporit. unsplash/Claudio Schwarz

Pada penjelasan superiorwaterpurification.ca, penyebab air keran berbau kaporit umumnya berasal dari penambahan klorin atau kaporit sebagai bahan disinfektan dalam proses pengolahan air.

Kaporit digunakan untuk membunuh bakteri dan menjaga kualitas air selama proses distribusi melalui jaringan pipa hingga sampai ke pelanggan.

Setelah proses pengolahan selesai, sebagian kecil klorin masih berada di dalam air. Sisa klorin tersebut dapat menimbulkan aroma khas ketika air keluar dari keran. Karena itu, bau kaporit ringan dapat muncul sebagai bagian dari proses desinfeksi air.

Tidak semua air keran memiliki aroma kaporit dengan intensitas yang sama. Salah satu penyebabnya adalah jenis disinfektan yang digunakan dalam pengolahan air.

Penyedia air dapat menggunakan klorin bebas atau kloramin untuk membantu menjaga air tetap terlindungi dari bakteri selama proses distribusi.

Klorin bebas bekerja lebih cepat sehingga aromanya dapat terasa lebih kuat. Sementara itu, kloramin memiliki sifat yang lebih stabil dan dapat bertahan lebih lama di dalam jaringan pipa dengan aroma yang cenderung lebih ringan.

Jenis desinfektan dan kadarnya dapat berbeda berdasarkan lokasi serta kondisi lingkungan. Pengguna air dapat mencium aroma khas tersebut ketika sebagian kecil klorin masih tersisa setelah proses pengolahan dan distribusi.

Klorin digunakan dalam proses desinfeksi untuk membantu membunuh mikroorganisme dan menjaga kualitas air selama berada di dalam jaringan pipa.

Bau klorin bukan satu-satunya indikator untuk menentukan keamanan air. Kualitas air perlu dinilai berdasarkan berbagai parameter dan standar yang berlaku. Kadar klorin juga perlu dipantau agar tetap berada dalam batas yang ditetapkan.

Sebagai gambaran, pedoman Health Canada menetapkan batas klorin hingga 5 miligram per liter. Pada sebagian besar sistem, kadar klorin berada di kisaran 0,2–2,0 miligram per liter.

Kadar yang terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, meskipun kondisi tersebut jarang terjadi karena kadar disinfektan pada sistem air biasanya dipantau secara berkala.

Jika aroma kaporit terasa sangat kuat atau disertai perubahan warna maupun rasa air, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa lebih lanjut melalui penyedia layanan air. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan pada kualitas air yang perlu ditangani.

Beberapa cara sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi aroma kaporit sebelum air digunakan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Tampung air terlebih dahulu sebelum digunakan.

  • Diamkan air selama beberapa saat agar aroma kaporit berkurang.

  • Gunakan wadah terbuka sehingga aroma dapat lebih cepat hilang.

  • Pastikan wadah yang digunakan dalam kondisi bersih.

Cara tersebut dapat membantu mengurangi aroma kaporit ringan pada air keran. Meski begitu, perubahan warna, rasa, atau bau yang sangat menyengat sebaiknya tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada penyedia layanan air.

Penyebab air keran berbau kaporit berkaitan dengan penggunaan klorin atau kaporit sebagai disinfektan dalam proses pengolahan air. Aroma ringan yang muncul dapat berasal dari sisa klorin yang masih terdapat dalam air setelah proses pengolahan dan distribusi. (Dani)

Baca juga: Apakah Air Mendidih Selalu pada Suhu 100 Derajat Celsius? Ini Faktanya