Penyebab Kontak dengan Budaya Lain Dapat Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa kontak dengan budaya lain dapat mendorong terjadinya perubahan sosial? Pertanyaan yang berkaitan dengan proses interaksi yang memungkinkan unsur baru dikenal dan diterima dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan tersebut dapat berlangsung melalui pendidikan, perdagangan, komunikasi, perpindahan penduduk, kerja sama, maupun hubungan antarnegara.
Mengapa Kontak dengan Budaya Lain Dapat Mendorong Terjadinya Perubahan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari?
Mengapa kontak dengan budaya lain dapat mendorong terjadinya perubahan sosial? Hal ini terjadi karena pertemuan antarmasyarakat dengan latar budaya berbeda membuka peluang masuknya nilai, kebiasaan, pengetahuan, teknologi, dan cara hidup baru.
Dikutip dari murid.kemendikdasmen.go.id, unsur budaya tersebut dapat diterima, disesuaikan, atau dipadukan dengan kebiasaan setempat hingga memengaruhi kehidupan sosial.
Salah satu prosesnya adalah difusi, yaitu penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu atau kelompok kepada pihak lain.
Penyebaran dapat berlangsung melalui perdagangan, pendidikan, perpindahan penduduk, media komunikasi, maupun hubungan antarnegara.
Ide, teknologi, bahasa, kesenian, makanan, dan cara berkomunikasi dapat menyebar melalui hubungan tersebut.
Kontak budaya juga dapat menghasilkan akulturasi. Akulturasi terjadi ketika unsur budaya luar berpadu dengan budaya lokal tanpa menghilangkan ciri khas budaya asli.
Contohnya dapat terlihat dalam seni, arsitektur, makanan, musik, atau tradisi yang memperoleh pengaruh dari budaya lain, tetapi tetap mempertahankan unsur lokal.
Selain itu, terdapat asimilasi yang berlangsung ketika dua kebudayaan atau lebih melebur dan membentuk pola budaya baru.
Proses tersebut dapat membuat sebagian ciri budaya awal berkurang karena terjadi penyesuaian dalam kehidupan bersama. Perubahan dapat terlihat pada bahasa, gaya hidup, kebiasaan pergaulan, hingga pola hubungan sosial.
Pengaruh budaya luar juga dapat masuk melalui penetrasi. Proses ini dapat berlangsung secara damai melalui hubungan sosial atau secara paksa akibat tekanan dan kekuasaan.
Dalam sejarah, invasi dan penjajahan turut membawa perubahan pada pemerintahan, ekonomi, pendidikan, bahasa, serta kehidupan masyarakat.
Pengaruh tersebut tidak selalu diterima seluruhnya. Masyarakat dapat memilih unsur yang dianggap sesuai, kemudian mengolahnya agar selaras dengan nilai dan kebiasaan setempat.
Proses seleksi ini membuat perubahan sosial tidak selalu berarti hilangnya budaya lama, karena unsur baru dapat hidup berdampingan dengan tradisi yang sudah ada.
Pertukaran pelajar, kerja sama kebudayaan, migrasi, pariwisata, dan perkembangan media digital turut memperluas hubungan antarkelompok.
Melalui interaksi tersebut, masyarakat dapat mengenal pola kehidupan dari wilayah lain dan menyesuaikan sebagian kebiasaannya.
Dengan demikian, kontak budaya dapat memicu perubahan sosial melalui proses penyebaran, percampuran, dan penyesuaian unsur kebudayaan.
Mengapa kontak dengan budaya lain dapat mendorong terjadinya perubahan sosial? Karena interaksi tersebut membuka jalan bagi masuknya unsur baru yang dapat memengaruhi nilai, perilaku, kebiasaan, dan pola kehidupan masyarakat. (Suc)
Baca Juga: Pop Culture adalah Apa? Ini Penjelasan dan Pengaruhnya di Masyarakat