Perbedaan Folklore dan Cerita Rakyat Indonesia yang Perlu Diketahui
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan folklore dan cerita rakyat masih banyak yang belum mengetahui dan kadang bingung karena kedua istilah tersebut kerap digunakan secara bergantian.
Padahal, meskipun saling berkaitan, folklore dan cerita rakyat memiliki cakupan yang berbeda.
Memahami perbedaannya dapat membantu mengenali kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan maupun kebiasaan masyarakat.
Perbedaan Folklore dan Cerita Rakyat Indonesia Sebagai Warisan Sastra
Perbedaan folklore dan cerita rakyat dapat dipahami dari pengertian masing-masing. Mengutip dari laman kbbi.web.id, folklor merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan.
Sementara itu, menurut laman kantorbahasababel.kemendikdasmen.go.id, cerita rakyat adalah bagian dari sastra lisan yang berisi kepercayaan, legenda, maupun adat istiadat suatu bangsa yang diwariskan secara lisan maupun tertulis dari generasi ke generasi.
Setelah mengetahui pengertian keduanya, berikut adalah perbedaan folklore dan cerita rakyat Indonesia yang perlu dipahami.
Folklore memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup berbagai unsur budaya, seperti adat istiadat, upacara tradisional, permainan rakyat, lagu daerah, pakaian adat, hingga kerajinan tangan.
Sementara itu, cerita rakyat hanya berfokus pada kisah yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat.
Dari bentuknya, folklore dapat berupa tradisi lisan maupun bukan lisan. Pantun, teka-teki, dan nyanyian tradisional termasuk folklor lisan, sedangkan rumah adat, senjata tradisional, dan kerajinan merupakan folklor bukan lisan.
Sebaliknya, cerita rakyat umumnya berbentuk kisah yang disampaikan secara lisan atau kemudian ditulis dalam bentuk buku.
Perbedaan lainnya terlihat dari fungsinya. Folklore berperan menjaga identitas budaya, melestarikan tradisi, serta mewariskan nilai-nilai kehidupan.
Adapun cerita rakyat lebih banyak menjadi media hiburan sekaligus sarana menyampaikan pesan moral dan mengenalkan sejarah maupun asal-usul suatu daerah.
Contoh folklore di Indonesia antara lain tradisi Sekaten, batik, rumah adat, dan berbagai upacara adat. Sementara itu, cerita rakyat meliputi legenda Danau Toba, Malin Kundang, Timun Mas, Sangkuriang, dan Roro Jonggrang.
Itulah perbedaan folklore dan cerita rakyat Indonesia yang perlu diketahui. Meski berbeda, keduanya merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan patut terus dilestarikan.(Yolan)
Baca juga: Asal Usul Putri Sedaro Putih, Cerita Rakyat dari Bengkulu