Perbedaan Gunung Krakatau dengan Anak Krakatau dan Penyebab Munculnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada perbedaan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau yang sering terdengar menunjuk pada gunung yang sama. Padahal, kedua gunung ini memiliki pengertian yang berbeda.
Perbedaan kedua gunung ini baru benar-benar terlihat signifikan saat ditelusuri sejarah panjang aktivitas vulkanik kedua gunung ini di Selat Sunda, yaitu antara Pulau Jawa dan Sumatra.
Perbedaan Gunung Krakatau dengan Anak Krakatau Secara Historis
Mengutip halaman volcano.si.edu, perbedaan Gunung Krakatau dengan Anak Krakatau terletak pada penggunaan istilahya. Krakatau pada dasarnya adalah nama kompleks gunung api, bukan hanya nama satu kerucut gunung saja.
Kawasan tersebut adalah bagian dari Busur Vulkanik Sunda yang terbentuk dari aktivitas tektonik dan proses subduksi.
Sebelum letusan dahsyat pada tahun 1883, terdapat pulau vulkanik dengan beberapa kerucut gunung api, di antaranya yaitu Pulau Rakata, Danan, dan Perbuwatan.
Perubahan terbesar lalu terjadi pada 26–27 Agustus 1883. Setelah berbulan-bulan mengalami aktivitas vulkanik yang meningkat, Krakatau mengalami erupsi yang sangat dahsyat dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) 6.
Sebagian besar tubuh gunung hancur dan runtuh hingga membentuk sebuah kaldera besar. Ledakan serta keruntuhan tersebut memicu tsunami yang menerjang pesisir Jawa dan Sumatra.
Lebih dari 36.000 jiwa meninggal dalam rangkaian bencana tersebut, yang mana sebagian besarnya diakibatkan tsunami.
Kehancuran Krakatau tidak berarti aktivitas vulkaniknya berakhir. Di dalam kaldera bekas Krakatau tersebut, aktivitas vulkanik kembali memunculkan gunung baru.
Gunung itulah yang kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau hari ini. Aktivitas erupsi induknya menghasilkan gunung baru yang mulai terlihat pada 1927.
Berbeda dengan Krakatau yang merupakan nama kompleks vulkanik dan berkaitan dengan struktur besar sejarah sebelum 1883, Anak Krakatau adalah kerucut gunung api baru yang tumbuh di dalam kaldera Krakatau.
Gunung Anak Krakatau terus bertumbuh melalui penumpukan material hasil erupsi, seperti lava dan material vulkanik lainnya.
Karena masih aktif, bentuk dan ketinggiannya terus berubah dari waktu ke waktu. Aktivitasnya membawa berbagai potensi bahaya. Seperti abu vulkanik, lontaran batu, lava, hingga awan dan aliran piroklastik.
Perbedaan Gunung Krakatau dengan Anak Krakatau cukup signifikan. Krakatau sebagai kompleks gunung api beserta kalderanya, sedangkan Gunung Anak Krakatau adalah gunung api yang tumbuh di kaldera Krakatau setelah kehancuran besar tahun 1883 silam. (Win)
Baca juga: Bagaimana Pesawat Bisa Terbang? Inilah Penjelasannya Secara Sains