Konten dari Pengguna

Pesan Moral Cerita Sangkuriang bagi Kehidupan dan Nilai Budaya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan.Foto: Yayan Sopian / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan.Foto: Yayan Sopian / Unsplash

Cerita Sangkuriang merupakan salah satu legenda terkenal yang berasal dari Jawa Barat. Dari cerita tersebut, terdapat berbagai pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan.

Berdasarkan buku Belajar dari Leluhur, Abdul Karim dkk, (2023: 161), cerita Sangkuriang merupakan cerita asal-usul terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu.

Legenda Asal Usul Terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu

Ilustrasi pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan.Foto: sxpistols sxpstls / Unsplash

Sebelum membahas pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan dan nilai budaya, simak dahulu sekilas kisahnya di bawah ini:

Secara garis besar, Sangkuriang mengisahkan Dayang Sumbi dan putranya yang terpisah lalu bertemu kembali tanpa saling mengenali.

Awalnya Sangkuriang tidak sengaja membunuh Tumang (seekor anjing yang merupakan jelmaan ayahnya). Hal ini membuat ia diusir oleh Dayang Sumbi, ibunya sendiri.

Saat Sangkuriang sudah dewasa mereka bertemu kembali tanpa saling mengenali. Sangkuriang kemudian jatuh hati dan ingin menikahi Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi yang menyadari Sangkuriang adalah puteranya lalu memberi syarat mustahil, yakni membuat perahu dalam waktu semalam.

Karena gagal memenuhi syarat tersebut, Sangkuriang marah dan menendang perahunya hingga terbalik. Dari sinilah kemudian melahirkan legenda Gunung Tangkuban Parahu.

Pesan Moral Cerita Sangkuriang bagi Kehidupan dan Nilai Budaya

Ilustrasi pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan.Foto: I am not cheerleader / Unsplash

Dari kisah di atas, terdapat beberapa pesan moral yang bisa dipetik. Pertama yakni Sangkuriang beberapa kali bertindak tanpa mempertimbangkan nasihat dan peringatan dari orang tuanya.

Cerita ini mengajarkan bahwa menghormati, mendengarkan, dan menaati nasihat orang tua dapat membantu seseorang menghindari keputusan yang merugikan.

Kisah ini mengingatkan bahwa mengendalikan emosi merupakan sikap penting agar setiap keputusan dapat dipikirkan secara bijaksana.

Kurangnya keterbukaan mengenai hubungan keluarga menjadi penyebab utama konflik dalam cerita Sangkuriang.

Kejujuran sejak awal dapat mencegah munculnya kesalahpahaman yang berdampak besar. Jujur dan saling terbuka perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan tetap harmonis.

Sangkuriang tetap bersikeras ingin memenuhi keinginannya meskipun menghadapi berbagai rintangan. Sikap memaksakan kehendak justru menimbulkan pertentangan dan berakhir dengan kemarahan.

Jadi pesan moral lainnya dari cerita ini yakni mengajarkan pentingnya menghargai keputusan orang lain serta menerima kenyataan dengan lapang dada.

Terakhir Legenda Sangkuriang bukan hanya kisah hiburan, tetapi juga warisan budaya yang mengandung banyak nilai kehidupan.

Melestarikan cerita rakyat membantu generasi muda mengenal sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Demikianlah pesan moral cerita Sangkuriang bagi kehidupan yang dapat dipetik. Selain mengajarkan nilai-nilai kehidupan, kisah ini juga menjadi pengingat untuk menghargai warisan budaya bangsa. (NOV)

Baca juga: Mengapa Nini Anteh Dikaitkan dengan Bulan dalam Legenda Sunda