Konten dari Pengguna

Rujak Juhi Berasal dari Mana? Simak Penjelasannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rujak Juhi Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Alyson McPhee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rujak Juhi Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Alyson McPhee

Rujak juhi berasal dari mana menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang menemukan hidangan unik dengan tampilan yang berbeda dari rujak pada umumnya.

Di tengah beragam kuliner tradisional Indonesia yang kaya rasa dan cerita, selalu ada makanan yang mampu membangkitkan rasa penasaran bahkan sebelum suapan pertama dinikmati.

Bukan hanya karena namanya yang terdengar tidak biasa, tetapi juga karena setiap hidangan khas Nusantara umumnya menyimpan jejak sejarah, budaya, hingga pengaruh berbagai etnis yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun.

Rujak Juhi Berasal dari Mana dan Sejarah Kemunculannya

Ilustrasi Rujak Juhi Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Or Hakim

Rujak juhi berasal dari mana menjadi pertanyaan yang kerap muncul ketika membahas salah satu Kuliner Betawi yang telah dikenal sejak lama.

Dikutip dari laman kikomunal-indonesia.dgip.go.id, hidangan ini dibuat dari perpaduan aneka sayuran, tahu, kentang, serta juhi atau cumi-cumi kering yang menjadi bahan utamanya.

Seluruh bahan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang bercita rasa khas sehingga menghasilkan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas.

Kombinasi rasa tersebut menjadikan rujak juhi digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain menawarkan cita rasa yang berbeda, makanan ini juga memiliki latar belakang sejarah yang menarik untuk diketahui.

Dibandingkan dengan jenis rujak lainnya, rujak juhi memiliki karakter rasa yang khas karena penggunaan juhi sebagai bahan utamanya.

Keunikan tersebut membuat hidangan ini tidak hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga karena memiliki perjalanan sejarah yang panjang.

Di samping itu, rujak juhi juga dikenal memiliki berbagai manfaat sehingga tetap menjadi salah satu kuliner tradisional yang terus dilestarikan hingga sekarang.

Sejarah rujak juhi bermula dari kebiasaan masyarakat Betawi dalam mengolah juhi atau cumi-cumi kering. Pada masa itu, juhi dijemur dan diasinkan sebagai cara untuk memperpanjang masa penyimpanannya.

Seiring berkembangnya cara pengolahan makanan, masyarakat kemudian memadukan juhi dengan berbagai bahan rujak. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa dan tekstur yang berbeda sehingga menciptakan hidangan yang semakin menarik untuk dinikmati.

Memasuki abad ke-19, rujak juhi mulai dikenal luas di lingkungan masyarakat Betawi. Kehadirannya tidak hanya sebagai makanan yang dikonsumsi sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai acara tradisional.

Hidangan ini kerap disajikan dalam perayaan pernikahan, khitanan, hingga acara selamatan. Oleh sebab itu, rujak juhi memiliki peran penting dalam melengkapi berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Betawi.

Perkembangan rujak juhi juga tidak terlepas dari pengaruh budaya kuliner Tionghoa yang telah lama hadir di Betawi. Penggunaan juhi sebagai salah satu bahan utama mencerminkan adanya proses akulturasi budaya antara masyarakat Betawi dan Tionghoa.

Perpaduan tersebut kemudian melahirkan cita rasa yang khas sekaligus memperkaya ragam kuliner tradisional Betawi.

Rujak Juhi berasal dari mana? Seiring berjalannya waktu, rujak juhi mengalami perkembangan dalam cara penyajiannya. Berbagai variasi mulai bermunculan dengan penambahan bahan, seperti mi dan beragam jenis sayuran.

Meskipun demikian, ciri utama rujak juhi sebagai hidangan berbahan dasar juhi tetap dipertahankan. Keaslian tersebut membuat rujak juhi tetap dikenal sebagai salah satu makanan khas Betawi yang memiliki identitas kuat dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. (KIKI)

Baca juga: Bubur Pedas Berasal dari Mana? Simak Asal Usul Kuliner Khas yang Melegenda