Konten dari Pengguna

Satru artinya Apa? Ini Bahasa Jawa yang Sedang Viral

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Satru artinya. Unsplash.com/Afif Ramdhasuma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Satru artinya. Unsplash.com/Afif Ramdhasuma

Satru artinya apa? Ungkapan bahasa Jawa ini cukup populer di kalangan anak masa kini. Apalagi bagi pencinta genre lagu dangdut koplo kekinian, istilah satru pasti sudah sangat ramah didengar.

Dikutip dari educalingo.com, satru merupakan kata dalam bahasa Jawa yang artinya musuh, bermusuhan, bertengkar, atau berada dalam hubungan yang tidak baik.

Satru artinya Bertengkar, Berkonflik

Ilustrasi Satru artinya. Unsplash.com/Vitaly Gariev

Satru artinya bermusuhan atau sedang tidak baik-baik saja. Kata ini umum digunakan untuk menggambarkan keadaan saat dua orang atau lebih sedang tidak akur akibat pertengkaran, konflik, perselisihan, atau permusuhan.

Kata satru menjadi viral di media sosial setelah kemunculannya dalam lagu berjudul “Satru” yang dipopulerkan oleh Denny Caknan bersama Happy Asmara.

Dalam konteks lagu tersebut, satru menggambarkan hubungan pasangan kekasih yang sedang mengalami pertengkaran atau konflik akibat kesalahpahaman.

Akar kata satru secara etimologis bukanlah kosakata Jawa modern. Kata ini adalah bentuk kosakata yang berkaitan dengan bahasa Sanskerta śatru (शत्रु), artinya musuh, lawan, atau rival.

Kata ini masuk ke dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) sebagai śatru, kemudian diteruskan dalam bahasa Jawa menjadi satru.

Secara linguistik, kata serapan Sanskerta ke dalam bahasa Jawa juga mencatat bahwa makna śatru tetap dipertahankan, yaitu sebagai “enemy” atau musuh.

Jejak kata ini juga sudah tercatat dalam kamus Jawa lama. Bausastra Jawa karya W.J.S. Poerwadarminta mencantumkan satru dengan arti mungsuh (musuh), dan sejumlah bentuk turunannya.

Dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, satru juga didefinisikan sebagai musuh. Kamus tersebut mencatat beberapa bentuk turunannya, yaitu:

  • nyatru: menganggap atau menjadikan seseorang sebagai musuh

  • disatroni: dimusuhi

  • sesatron: bermusuhan

  • satru ati: bermusuhan dalam hati

  • satru bebuyutan: musuh turun-temurun

  • satru manengah: sesuatu yang menyebabkan atau dijadikan persoalan untuk bermusuhan.

Contohnya, dalam bahasa Jawa dapat ditemukan ungkapan “aja nyatru”, yang secara sederhana dapat diartikan sebagai “jangan memusuhi”. Sementara “sesatron” mengacu pada keadaan saling bermusuhan.

Akar makna satru artinya “musuh” atau “lawan”, bukan secara khusus berarti sedang “bertengkar”. Makna “bertengkar” atau “bermusuhan” muncul saat kata ini digunakan untuk menggambarkan hubungan atau keadaan antara pihak-pihak yang sedang berkonflik. (Aya)

Baca juga: Ngunduh Mantu Artinya dalam Adat Jawa serta Rangkaian Acaranya