Sawangsulna adalah Apa? Ini Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sawangsulna adalah istilah dalam penggunaan bahasa Sunda dan memiliki nuansa makna yang berkaitan dengan cara seseorang menyampaikan sesuatu dalam percakapan.
Pemahaman terhadap istilah seperti ini menjadi penting agar makna yang ditangkap tidak hanya berdasarkan terjemahan kata per kata, melainkan juga sesuai dengan konteks penggunaannya.
Sawangsulna adalah Balasan Ucapan Terima Kasih
Berdasarkan informasi dari sunda-indonesia.kamussunda.com, sawangsulna adalah salah satu kata dalam bahasa Sunda yang digunakan untuk menyampaikan balasan ketika seseorang menerima ucapan terima kasih.
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini memiliki arti “terima kasih kembali” atau “sama-sama”. Ungkapan tersebut menjadi bagian dari percakapan ketika seseorang ingin membalas hatur nuhun yang disampaikan oleh lawan bicara.
Dalam komunikasi sehari-hari, pemilihan kata tidak hanya berkaitan dengan makna, tetapi juga dapat memperhatikan situasi dan tingkat kesopanan. Hal tersebut juga berlaku dalam penggunaan bahasa Sunda.
Karena itu, istilah sawangsulna memiliki penggunaan yang berkaitan dengan cara berkomunikasi secara sopan, terutama ketika berbicara dengan orang tertentu.
Kata sawangsulna berfungsi sebagai jawaban atau balasan atas ucapan terima kasih. Dalam bahasa Sunda, ucapan terima kasih dikenal dengan istilah hatur nuhun.
Ketika seseorang mengucapkan hatur nuhun, kata sawangsulna dapat digunakan sebagai respons yang bermakna “terima kasih kembali” atau “sama-sama”.
Dengan demikian, istilah ini digunakan dalam konteks percakapan ketika terdapat ucapan terima kasih dari salah satu pihak. Penggunaannya membantu menyampaikan balasan secara sesuai dalam komunikasi berbahasa Sunda.
Dari segi tingkat kesopanan, sawangsulna dinilai lebih formal dan sopan dibandingkan dengan kata sami-sami. Oleh sebab itu, penggunaannya biasanya ditujukan kepada orang yang lebih tua, orang yang dituakan, maupun orang yang belum begitu akrab.
Pemilihan istilah tersebut dapat disesuaikan dengan hubungan antara pembicara dan lawan bicara. Dalam situasi yang membutuhkan bahasa lebih sopan, sawangsulna dapat digunakan sebagai bentuk balasan terhadap ucapan hatur nuhun.
Secara asal kata, sawangsulna berasal dari kata wangsul yang berarti pulang atau kembali. Kata tersebut kemudian mendapatkan imbuhan sa- dan -na, sehingga terbentuk istilah sawangsulna.
Bentuk kata tersebut menjadi bagian dari kosakata bahasa Sunda yang digunakan dalam percakapan. Maknanya berkaitan dengan ungkapan balasan atas ucapan terima kasih, sehingga sawangsulna dikenal sebagai istilah yang berarti “terima kasih kembali” atau “sama-sama”. (DANI)
Baca juga: Lapisan Bumi yang Paling Tebal adalah Apa? Ini Penjelasannya