Konten dari Pengguna

Sebutan Karakter dalam Scratch yang Perlu Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi karakter dalam scratch disebut dengan. Unsplash/Ignacio Montero
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi karakter dalam scratch disebut dengan. Unsplash/Ignacio Montero

Karakter dalam scratch disebut dengan nama khusus dalam aplikasi pemrograman visual Scratch. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat cerita, permainan, dan animasi digital dengan menyusun blok-blok perintah.

Berbeda dengan pemrograman berbasis teks, Scratch menggunakan sistem coding block yang dapat disusun secara visual sehingga lebih mudah digunakan oleh pemula, terutama pelajar yang baru mengenal dunia pemrograman.

Pengguna dapat menyusun blok-blok perintah seperti menyusun balok LEGO untuk membuat objek melakukan tindakan tertentu. Dengan cara tersebut, pengguna dapat mempelajari dasar-dasar pemrograman tanpa harus menulis kode berbasis teks.

Karakter dalam Scratch Disebut dengan Sprite

ilustrasi karakter dalam scratch disebut dengan. Unsplash/Christopher Gower

Scratch dikembangkan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT). Berdasarkan buku Koding dan Kecerdasan Artifisial, Dr. Baiq Hana Susanti, M.Sc., 2026, karakter dalam scratch disebut dengan sprite, yaitu gambar atau objek visual yang dapat diprogram menggunakan blok kode.

Sprite dapat berupa karakter manusia, hewan, bentuk, dan berbagai objek lainnya. Salah satu contoh sprite yang dikenal dalam Scratch adalah kucing yang dapat digerakkan, diajak berbicara, atau dibuat menari sesuai perintah yang diberikan.

Setiap sprite dapat diprogram menggunakan blok perintah yang tersedia dalam Scratch. Blok gerakan (motion) digunakan untuk mengatur pergerakan objek, sedangkan blok tampilan (looks) berfungsi mengubah penampilan sprite. Adapun blok suara (sound) memungkinkan sprite menghasilkan suara.

Dengan menggabungkan berbagai blok tersebut, pengguna dapat membuat sprite bergerak, berganti kostum, melompat, atau berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya.

Pengguna dapat menambahkan sprite melalui beberapa cara. Pertama, memilih karakter atau objek dari pustaka sprite (sprite library) yang tersedia di Scratch. Kedua, menggambar sprite sendiri sesuai keinginan. Ketiga, mengunggah gambar dari komputer melalui fitur Upload Sprite.

Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menentukan objek yang digunakan dalam proyek. Sprite yang telah ditambahkan kemudian dapat diprogram sesuai kebutuhan, misalnya menjadi tokoh dalam cerita, karakter permainan, atau objek dalam animasi.

Sprite membantu pengguna memahami cara kerja perintah dalam pemrograman visual. Melalui blok gerakan, tampilan, dan suara, pengguna dapat melihat hasil dari instruksi yang disusun. Pengguna juga dapat mengganti latar belakang dan mengatur berbagai tindakan agar proyek terlihat lebih menarik.

Scratch memungkinkan pengguna mengembangkan kreativitas sekaligus mempelajari dasar-dasar pemrograman secara interaktif. Dengan mencoba berbagai kombinasi blok perintah, pengguna dapat membuat kartun, permainan sederhana, dan cerita digital sesuai ide masing-masing.

Karakter dalam scratch disebut dengan sprite, yaitu gambar atau objek visual yang dapat diprogram menggunakan blok kode. Sprite bisa berupa karakter manusia, hewan, bentuk, maupun objek lainnya.

Pengguna dapat memilih sprite dari pustaka, menggambar sendiri, atau mengunggah gambar dari komputer. Melalui blok gerakan, tampilan, dan suara, sprite dapat melakukan berbagai tindakan untuk mendukung pembuatan cerita, permainan, dan animasi digital. (Rahma)

Baca juga: Komputer yang Bertugas Menyimpan Informasi Halaman Web yang Pernah Diakses