Konten dari Pengguna

Sumpah yang Diucapkan Patih Gajah Mada, Ini Sejarahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sumpah yang diucapkan patih gajah mada adalah.Foto: Agus santoso / Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sumpah yang diucapkan patih gajah mada adalah.Foto: Agus santoso / Pixabay

Sumpah yang diucapkan Patih Gajah Mada adalah sumpah Palapa, yang hingga kini banyak dibahas di buku-buku sejarah.

Bahkan nama sumpahnya digunakan untuk memberi nama satelit terkenal yang diluncurkan pada tahun 1976 lalu.

Sumpah Amukti Palapa, Sumpah yang Diucapkan Patih Gajah Mada

Ilustrasi sumpah yang diucapkan patih gajah mada adalah.Foto:Salman Rameli

Mengutip buku Kerajaan-Kerajaan Hindu yang pernah ada di Indonesia, Oktavia Rokhimaturrizki, (2022:27), sumpah yang diucapkan Patih Gajah Mada adalah Sumpah Amukti Palapa.

Sumpah tersebut diikrarkan Patih Gajah Mada pada masa Tribuwanatunggadewi yang menyatakan bahwa ia tidak akan mukti pala sebelum menundukkan Nusantara.

Mukti pala diartikan sebagai beristirahat atau bersenang-senang. Istilah itulah yang dijadikan sebagai nama sumpahnya yaitu Amukti Palapa.

Isi dari sumpah Amukti Palapa sendiri diabadikan dalam Kitab Pararaton. Sumpah ini ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang berbunyi:

"Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa."

Artinya adalah "Jika saya telah mengalahkan Nusantara, saya baru akan berhenti berpuasa atau bersenang-senang (amukti palapa).

Wilayahnya meliputi Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, hingga Tumasik (Singapura).”

Sumpah Amukti Palapa diikrarkan saat upacara pengangkatan Gajah Mada menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit pada tahun 1336 M (1258 Saka).

Berdasarkan isi sumpahnya, tersirat beberapa prinsip penting yang dipegangnya. Penasaran apa saja itu? Simak penjelasannya di bawah ini:

  • Pantang bersenang-senang: Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati palapa yang diartikan sebagai kenikmatan duniawi, istirahat, atau rempah-rempah.

  • Rajin berpuasa: kata amukti palapa dimaknai dengan puasa atau membatasi diri dari segala bentuk kesenangan pribadi demi tugas negara yang diemban.

  • Membawa visi persatuan nusantara: sumpah ini berisi tekad Gajah Mada untuk menyatukan berbagai daerah Nusantara di bawah panji Majapahit.

Dalam sejarah adanya sumpah Amukti Palapa disebut-sebut menjadi tonggak awal kesadaran nasionalisme dalam menyatukan wilayah kepulauan Indonesia.

Sumpah itu juga menjadi inspirasi bagi lahirnya semangat persatuan yang kemudian tercermin dalam sila ketiga Pancasila, berbunyi “persatuan Indonesia”.

Dalam rangka mengenang perjuangan Patih Gajah Mada menyatukan Nusantara, nama sumpahnya digunakan untuk menamai sebuah satelit, yaitu Satelit Palapa.

Dari penjelasan di atas, sumpah yang diucapkan Patih Gajah Mada adalah Sumpah Amukti Palapa yang menjadi bukti penting persatuan Nusantara. (NOV)

Baca juga: Mengapa Kerajaan Majapahit Bisa Runtuh? Ini Penjelasannya dalam Ilmu Sejarah