Konten dari Pengguna

Sweet Tooth adalah Apa? Ini Istilah Menarik yang Perlu Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sweet Tooth adalah. Foto: Pixabay/squirrel_photos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sweet Tooth adalah. Foto: Pixabay/squirrel_photos

Sweet tooth adalah istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kesukaan atau keinginan kuat terhadap makanan dan minuman yang bercita rasa manis.

Istilah ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika membicarakan orang yang gemar menikmati cokelat, permen, kue, es krim, atau makanan penutup lainnya.

Sweet Tooth adalah Penggemar Makanan Minuman Manis

Ilustrasi Sweet Tooth adalah. Foto: Unsplash/Fikri Rasyid

Sweet tooth adalah apa? Dikutip dari situs www.merriam-webster.com, sweet tooth dapat diterjemahkan sebagai “gigi manis”. Namun, maknanya bukan menunjukkan pada kondisi gigi, melainkan kegemaran terhadap makanan dan minuman manis.

Sweet tooth didefinisikan sebagai rasa suka atau keinginan terhadap makanan manis. Penggunaan istilah tersebut juga sudah tercatat dalam bahasa Inggris sejak berabad-abad lalu.

Seseorang yang memiliki sweet tooth biasanya lebih mudah tertarik pada makanan dengan rasa manis. Bentuknya juga beragam, mulai dari menyukai cokelat, permen, hingga memilih kue atau makanan penutup setelah makan.

Tingkat kesukaan setiap orang tidak selalu sama. Ada yang sekadar menikmati makanan manis sesekali, sementara sebagian lainnya memiliki keinginan yang lebih kuat terhadap rasa tersebut.

Kesukaan terhadap rasa manis dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Faktor biologis, pengalaman pribadi, lingkungan, serta kebiasaan makan bisa membentuk preferensi seseorang terhadap makanan tertentu.

Pada lingkup anak-anak, makanan manis juga terkadang diberikan sebagai hadiah atau hadir dalam berbagai momen menyenangkan sehingga rasa manis dapat memperoleh asosiasi positif.

Meskipun memiliki sweet tooth bukan berarti seseorang harus menghindari makanan manis sepenuhnya, tetapi jumlah dan frekuensi konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

Anjuran WHO konsumsi free sugars sebaiknya dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian, sedangkan pembatasan hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Pilihan makanan juga bisa dibuat lebih beragam. Misalnya buah utuh yang memiliki rasa manis alami sekaligus menyediakan serat dan zat gizi. Membatasi minuman dengan tambahan gula dan memperhatikan label pangan dapat membantu menjaga pola makan tetap seimbang.

Dengan demikian, sweet tooth adalah istilah untuk menggambarkan kegemaran atau keinginan terhadap makanan dan minuman manis yang penggunaannya cukup umum dalam bahasa Inggris. (Dista)

Baca Juga: Kenapa Air Putih Terasa Berbeda Setelah Makan Manis? Simak Penjelasannya di Sini