Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Ghaib Menurut Ajaran Islam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tata Cara Sholat Ghaib, Foto:Unsplash/Masjid Pogung Raya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tata Cara Sholat Ghaib, Foto:Unsplash/Masjid Pogung Raya

Topik tentang tata cara Sholat Ghaib banyak dicari oleh umat Islam, terutama ketika kabar duka datang dari tempat yang jauh dan tidak memungkinkan untuk menghadiri prosesi pemakaman secara langsung.

Dalam kehidupan, tidak semua perpisahan dapat disaksikan dengan mata, namun setiap kehilangan tetap mampu menghadirkan rasa sedih, doa, dan harapan yang tulus. Islam mengajarkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak dibatasi oleh jarak maupun waktu.

Nilai kebersamaan, kasih sayang, serta kepedulian terhadap saudara seiman menjadi bagian penting yang terus dijaga dalam berbagai keadaan.

Tata Cara Sholat Ghaib untuk Jenazah yang Tak Bisa Dihadirkan

Ilustrasi Tata Cara Sholat Ghaib, Foto:Unsplash/Bimbingan Islam

Tata cara Sholat Ghaib memiliki urutan pelaksanaan yang sama dengan salat jenazah. Ibadah ini dilakukan dengan empat kali takbir, termasuk takbiratul ihram, tanpa rukuk maupun sujud.

Sebagaimana salat pada umumnya, pelaksanaannya diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Setiap rangkaian memiliki bacaan yang telah diajarkan dalam berbagai kitab fikih sehingga perlu diikuti sesuai urutannya.

Dengan memahami tahapan tersebut, pelaksanaan salat ghaib dapat dilakukan secara tertib sesuai tuntunan yang berlaku.

Berikut tata cara Sholat Ghaib yang dikutip dari laman mui.or.id:

1. Niat

Niat merupakan syarat yang wajib dalam salat ghaib maupun salat jenazah. Imam As-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa setiap orang yang hendak melaksanakan salat jenazah harus terlebih dahulu berniat, karena ibadah ini termasuk salat sehingga berlaku ketentuan yang sama sebagaimana shalat lainnya.

Lafaz niat disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah.

Untuk jenazah laki-laki:

Ushalli 'ala hadzal mayyiti fardhan lillahi ta'ala.

Untuk jenazah perempuan:

Ushalli 'ala hadzihil mayyitati fardhan lillahi ta'ala.

Niat tersebut sudah dianggap sah meskipun tidak menyebutkan nama jenazah.

2. Takbir Pertama

Takbir pertama merupakan takbiratul ihram. Dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan bahwa shalat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir dan takbir pertama termasuk takbiratul ihram.

Sesudah takbir pertama, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah hingga selesai sebagaimana bacaan yang diwajibkan dalam shalat.

3. Takbir Kedua

Setelah takbir kedua, dilanjutkan dengan membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw. Bacaan yang paling singkat adalah:

Allahumma shalli 'ala Muhammad.

Apabila ingin membaca selawat yang lebih lengkap, dapat membaca selawat Ibrahimiyah sebagaimana yang biasa dibaca dalam salat.

4. Takbir Ketiga

Setelah takbir ketiga, dilanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah.

Doa untuk jenazah laki-laki:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu waj'alil jannata matswahu. Allahumma abdilhu daran khairan min darihi, wa zaujan khairan min zaujihi wa ahlan khairan min ahlihi. Allahumma innahu nazala bika wa anta khairu manzulin bih. Allahumma akrim nuzulahu wa wassi' mudkhalahu.

Doa untuk jenazah perempuan:

Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha waj'alil jannata matswaha. Allahumma abdilha daran khairan min dariha, wa zaujan khairan min zaujiha wa ahlan khairan min ahliha. Allahumma innaha nazalat bika wa anta khairu manzulin bih. Allahumma akrim nuzulaha wa wassi' mudkhalaha.

Dalam kitab Fathul Qarib juga dijelaskan bahwa doa paling ringkas yang telah dianggap mencukupi adalah:

Untuk jenazah laki-laki:

Allahummaghfir lahu.

Untuk jenazah perempuan:

Allahummaghfir laha.

Selain bacaan singkat tersebut, dapat pula membaca doa yang lebih panjang sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab fikih.

5. Takbir Keempat

Setelah takbir keempat, dilanjutkan dengan doa penutup.

Untuk jenazah laki-laki:

Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba'dahu waghfir lana walahu.

Untuk jenazah perempuan:

Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba'daha waghfir lana walaha.

6. Salam

Setelah seluruh rangkaian selesai, salat ghaib ditutup dengan salam sebagaimana saalat pada umumnya. Bacaan salam yang dianjurkan adalah:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian urutan pelaksanaan salat ghaib yang dimulai dari niat, empat kali takbir beserta bacaan yang menyertainya, hingga salam sebagai penutup.

Setiap tahapan yang sesuai ajaran Islam, memiliki urutan yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan yang dijelaskan dalam berbagai kitab fikih. (KIKI)

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat Lengkap dengan Niat dan Doanya