Konten dari Pengguna

Tokoh Jepang yang Menjadi Kepala Sekretariat Saat BPUPKI, Ini Sejarahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tokoh jepang yang menjadi kepala sekretariat saat bpupki adalah.Foto: Christopher Politano / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokoh jepang yang menjadi kepala sekretariat saat bpupki adalah.Foto: Christopher Politano / Unsplash

Tokoh Jepang yang menjadi kepala sekretariat saat BPUPKI adalah tokoh pilihan yang tugasnya adalah untuk membantu urusan internal.

Sebagai informasi, dalam bahasa Jepang, BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) disebut dengan Dokuritsu Junbi Chosakai.

Mengenal Tokoh Jepang yang Menjadi Kepala Sekretariat Saat BPUPKI

Ilustrasi tokoh jepang yang menjadi kepala sekretariat saat bpupki adalah.Foto: Mufid Majnun / Unsplash

Berdasarkan perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, tokoh Jepang yang menjadi kepala sekretariat saat BPUPKI adalah Toyohito Masuda.

Pada saat penugasannya, Toyohito Masuda berusia 44 tahun, menjelang 45 tahun. Ia lahir pada 22 Mei 1900 di Fukuoka, Jepang.

Sementara pengumuman Pembentukan BPUPKI dilakukan pada 1 Maret 1945, saat ia berusia 44 tahun, 9 bulan, 7 hari.

Dikutip dari buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI, Tim Ganesha Operation (2019:24), Toyohito Masuda mengemban beberapa tugas penting dari Jepang.

Setidaknya ada dua tugas utama yang diembannya, yaitu ikut serta dalam upacara peresmian dan membantu sekretariat BPUPKI. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

1. Ikut Serta dalam Upacara Peresmian BPUPKI

Pada tanggal 28 Mei 1945, dilaksanakan upacara pembukaan sekaligus peresmian BPUPKI di Gedung Chuo Sangi In yang ada di Jalan Pejambon Nomor 6, Jakarta Pusat.

Toyohito Masuda saat itu ikut serta dalam prosesi seremonial. Ia bertugas mengibarkan bendera Merah Putih sesaat setelah dilakukannya pengibaran bendera Jepang.

Jika bendera merah putih dikibarkan oleh pihak Jepang, bendera negara tersebut dikibarkan oleh perwakilan dari Indonesia yaitu Mr. A.G. Pringgodigdo.

2. Membantu Sekretariat BPUPKI

Saat BPUPKI dibentuk pada April 1945, perwakilan dari Indonesia yang ditunjuk sebagai kepala sekretariat adalah Raden Pandji Soeroso.

Sementara Toyohito Masuda bersama Mr. A.G. Pringgodigdo bertugas sebagai wakil atau asisten kepala sekretariat.

Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan bahwa administrasi BPUPKI dan operasional sidang-sidangnya berjalan lancar.

Keterlibatan Toyohito Masuda dalam memfasilitasi jalannya badan persiapan kemerdekaan memegang bersifat administratif.

Namun, sebenarnya tugasnya sangat krusial jika dibandingkan dengan tokoh Jepang lainnya, utamanya dalam perumusan dan pendokumentasian dasar negara Indonesia.

Tokoh Jepang yang menjadi kepala sekretariat saat BPUPKI adalah Toyohito Masuda yang cukup berperan aktif dalam organisasi ini. (NOV)

Baca juga: Sosok di Balik Pengukuhan Nama Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia