Uka Uka adalah Apa? Inilah Asal-Usul Nama Kampung Uka-Uka
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah mendengar nama Uka-Uka tetapi belum tahu cerita di baliknya? Uka Uka adalah salah satu topik yang menarik untuk ditelusuri karena nama tersebut berkaitan dengan cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Selatan.
Kisahnya menghadirkan tokoh Datu Ning Mundul dan kejadian yang membuat nama tersebut memiliki cerita tersendiri.
Uka Uka adalah Cerita Rakyat tentang Kampung di Kalimantan Selatan
Mengutip situs https://labbineka.kemendikdasmen.go.id, Uka Uka adalah nama yang berasal dari cerita rakyat Kalimantan Selatan tentang asal-usul kampung di Pulau Laut.
Nama tersebut berasal dari teriakan Diyang, yakni istri Datu Ning Mundul, saat dirinya hendak dibawa oleh kawanan perompak.
Dalam keadaan panik, Diyang memanggil suaminya dengan seruan “Uu Kaa... Uu Kaa”, yang berarti “Oo Kak... Oo Kak.” Dari panggilan itulah nama Kampung Uka-Uka kemudian dikenal.
Cerita rakyat ini mengisahkan Datu Ning Mundul, yang merupakan seorang pemuda yang dikenal memiliki kesaktian luar biasa. Ning Mundul tinggal bersama istrinya, yaitu Diyang, di sebuah kampung kecil di pesisir Pulau Laut.
Ning Mundul dan Diyang hidup sederhana, bekerja keras, dan dikenal rukun dengan masyarakat sekitar. Ning Mundul juga rajin mempelajari ilmu agama sehingga warga memanggilnya dengan sebutan Datu.
Kisah mulai menegangkan ketika sekelompok perompak datang ke kampung menggunakan kapal. Para perampok mengambil air tawar dan barang-barang milik warga.
Saat kapten perompak melihat Diyang sedang menjemur ikan, kapten pun tertarik dan memerintahkan anak buahnya membawa perempuan tersebut ke kapal.
Diyang kemudian berteriak memanggil suaminya, sementara warga yang mendengar jeritannya tidak mampu berbuat banyak karena takut.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Ning Mundul kembali ke kampung dan berusaha menyelesaikan masalah tanpa langsung menggunakan kekerasan.
Ning Mundul meminta kapten perompak membebaskan istrinya dan menawarkan adu kesaktian. Keduanya kemudian melakukan beberapa pertandingan, mulai dari adu lari hingga adu kemampuan menggunakan senjata.
Dalam pertandingan terakhir, Ning Mundul berhasil menunjukkan kesaktiannya saat menebas tamiang menggunakan mandau. Kapten perompak akhirnya mengakui kekalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya.
Bahkan, kapten kapal pun kemudian menjadikan Ning Mundul sebagai saudara angkat. Sikap Ning Mundul yang kuat tetapi tetap rendah hati juga membuat kapten dan anak buahnya berubah menjadi lebih baik.
Kini, wilayah yang dalam cerita dikenal sebagai Kampung Uka-Uka tersebut lebih dikenal dengan nama Desa Oka-Oka, yang berada di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Kisah ini menjadi salah satu cerita rakyat daerah yang menjelaskan asal-usul nama tempat sekaligus menggambarkan keberanian dan kerendahan hati Datu Ning Mundul. (Fikah)
Baca juga: Makanan Khas Lampung adalah Apa? Ini Kuliner Tradisionalnya