Robert Baden Powell: Bapak Pandu Dunia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others
Lahir di Paddington, London pada 1857. Powell merupakan anak ke-6 dari 8 bersaudara, lingkungan tempat ia lahir merupakan lingkungan yang tergolong religius, Ayahnya seorang pendeta Harry Baden-Powell, namun ia harus menjadi yatim sejak umur 3 tahun dan diurusi oleh ibunya Henrietta Grace Smith.
Selepas keluar dari sekolahnya Rose Hill School, Tunbridge Wells, Baden-Powell kemudian mendapat beasiswa untuk di Charterhouse.
Kemahirannya dalam bertahan hidup dilingkungan luas sudah terjadi sejak ia masih sangat muda, awalnya ia sering memburu dan memasak hewan, dan menghindari guru di hutan dekat sekolahnya, yang tak lain merupakan hutan terlarang. Selain itu ketika masih bersekolah, saat masa liburan telah tiba dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan saudara-saudaranya.
Meski begitu seperti anak normal biasa ia juga bisa bermain musik, seperti piano, dan biola, serta menyukai seni lukis.
Pada tahun 1876, Baden-Powell bergabung dengan 13th Hussars di India. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di Afrika dan pulang ke India pada tahun 1897 untuk memimpin 5th Dragoon Guards.
Baden-Powell terus belajar dan saling berlatih untuk mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku Zulu pada awal 1880-an, kemahirannya terbukti dengan diberikannya penghargaan atas keberaniannya.
Kemahirannya serta pengalamannya yang mengagumkan, kemudian mengantar Powell bergabung dalam dinas rahasia Inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Tak habis sampai disana Powell kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di Ashanti, Afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th Dragoon Guards pada tahun 1897.
Beberapa tahun kemudian, Powell menulis buku panduan ringkas bertajuk "Aids to Scouting" dimana dikemudian hari buku ini menjadi acuan kepramukaan seluruh dunia, buku itu berisi ringkasan catatan yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru.
Perjalanannya yang berliku dimulai ketika Baden-Powell kembali ke Afrika Selatan sebelum Perang Boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan Zulu. Keterlibatannya atas Perang Boer menjadikannya sebagai kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa.
Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan Mafeking, dan dikelilingi oleh tentara Boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari.
Setelah mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden-Powell kembali ke Inggris untuk bertugas sebagai Inspektur Jendral pasukan berkuda pada tahun 1903.
Selama ia sibuk mengurusui ketentaraan Inggris, ternyata ‘Aids to Scouting’ yang ia tulis laku dipasaran, dan banyak dijadikan acuan kemudian direvisi kembali agar sesuai dengan pembaca remaja.
Pada 1907 Powell membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "Scouting for Boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid.
Setelah itu munculah gerakan "Scout Troops" yang terjadi secara spontan, dimana gerakan Pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional.
Setelah adanya gerakan dengan Boys Brigade, Powell juga mengenalkan gerakan tersebut kepada para Pandu Puteri, kemudian didirikan pada 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan Baden-Powell, Agnes Baden-Powell.
Atas jasanya ini banyak penghargaan yang di dapat Powell selain di juluki sebagai Bapak pandu sedunia, ia juga dianugerahi gelar Baronet pada tahun 1922, dan bergelar Baron Baden-Powell, dari Gilwell dalam County Essex pada 1929.
Pada 1937 Baden-Powell dianugerahi Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris, sbelum lagi pengharrgaan 28 gelar lain dari negara-negara asing. Dibawah usaha gigihnya pergerakan Pramuka dunia berkembang. Pada 1922 terdapat lebih dari sejuta pramuka di 32 negara; pada tahun 1939 jumlah pramuka melebihi 3,3 juta orang.
Di usia senjanya ia memilih menghabiskan sisa hidupnya di Kenya, dan menghebuskan nafas terakhirnya pada 8 Januari 1941.
