Konten dari Pengguna

Profil Aria Baron, Gitaris Sekaligus Manajer Gigi yang Meninggal karena COVID-19

Profil Artis

Profil Artis

Panduan untuk kenal lebih dekat dengan artis idolamu

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Artis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gitaris Aria Baron. Foto: IG @ariabaron
zoom-in-whitePerbesar
Gitaris Aria Baron. Foto: IG @ariabaron

Industri musik Indonesia kembali berduka. Aria Baron Suprayogi, gitaris kenamaan Indonesia yang juga menjabat sebagai manajer Gigi meninggal dunia di usia 51 tahun.

Sebelum meninggal, Baron diketahui sempat kritis, karena terpapar COVID-19. Kabar ini tentu membawa duka mendalam bagi banyak pecinta musik Indonesia.

Baron sendiri dikenal sebagai gitaris rock yang luar biasa. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada musik, khususnya gitar.

embed from external kumparan

Profil Baron

Saat SMA, Baron sempat belajar dengan tiga musisi besar Indonesia, yakni Donny Suhendra, Harry Roesli, dan Pra Budi Dharma. Hasilnya, dia meraih gelar gitaris terbaik selama tiga tahun berturut-turut (1986-1988) dari ajang LMC (Light Music Contest) Yamaha.

Setelah lulus dari sekolah, Baron sempat ingin mengambil kuliah musik di Australia. Namun, akhirnya kembali ke kota asalnya, Bandung, karena tidak sesuai dengan pola pelajaran di Australia yang lebih berfokus pada gitar akustik dan klasik.

Ia lalu bertemu dengan Andi yang kini dikenal sebagai vokalis dari band /rif. Mereka pun membentuk sebuah band bernama Badai bersama Iwan (bass), Abi (gitar), Ade (drum), dan Dwi (keyboard).

Gitaris Aria Baron. Foto: IG @ariabaron

Karena ingin hijrah ke Jakarta, Baron pun meninggalkan Badai Band yang kemudian menjelma menjadi /rif (R.I.F - Rythm In Freedom). Meski tak menikmati kesuksesan bersama /rif, di Jakarta ia bertemu dengan Pay Burman, eks-gitaris Slank yang menyuruhnya untuk membentuk band baru.

Akhirnya, di awal era '90-an, Baron pun membentuk Gigi bersama empat personel lain, Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Ronald Fristianto (drum), dan Thomas Ramdhan (bass). Gigi pun diramalkan memiliki masa depan cemerlang, karena semua personelnya sudah cukup lama berkarier di industri musik.

Bersama Gigi, Baron sempat menelurkan dua album, yakni Angan (1994) dan Dunia (1995). Namun, di akhir tahun 1995, Baron memutuskan untuk hengkang demu melanjutkan sekolah di Communication Arts, di New York Institute of Technology, Amerika Serikat.

Gitaris Aria Baron. Foto: IG @ariabaron

Saat kembali ke Indonesia, Baron lebih aktif berkarier sebagai produser musik. Ia juga pernah menjadi juri di acara Made in Indonesia.

Ia juga sempat membentuk sebuah band bernama NO!. Band yang kemudian berganti nama menjadi Baron Band itu ia bentuk bersama E'el, mantan drummer ADA Band.

Baron juga sempat membentuk Baron Soulmate yang merilis album Flying High pada 2008. Di band itu, Baron dibantu oleh Ary sebagai vokalis dan drummer Jimmy.

Selain ngeband dan menjadi produser, Baron tetap menjaga silaturahmi dengan semua personel Gigi. Ia pun lalu menjabat sebagai manajer.

Beberapa tahun belakangan, Baron mulai sering tampil bersama Gigi. Biasanya, ia hadir saat Gigi tampil dengan format reuni.