Konten dari Pengguna

Biografi Ir. Soekarno Lengkap, Mulai dari Masa Kecil hingga Wafatnya

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biografi Ir. Soekarno Lengkap. Foto: KumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Biografi Ir. Soekarno Lengkap. Foto: KumparanNEWS

Ir. Soekarno mrupakan bapak proklamator yang memiliki peran besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang jasanya, riwayat hidupnya banyak tertulis dalam biografi Ir. Soekarno lengkap, mulai dari masa kecil hingga wafatnya.

Selain sebagai bapak proklamator, Ir. Soekarno merupakan presiden pertama Indonesia. Beliau menjadi tokoh besar dan penting dalam sejarah perjalanan panjang Indonesia.

Daftar isi

Biodata Ir. Soekarno

Biodata Ir. Soekarno. Foto: KumparanNEWS

Salah satu pembahasan dalam biografi Ir. Soekarno lengkap, yaitu berkaitan dengan biodata. Berikut biodata Ir. Soekarno sebagaimana mengutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id.

  • Nama: Soekarno

  • Nama kecil: Kusno Sosrodihardjo

  • Tempat, tanggal lahir: Blitar, 6 Juni 1901

  • Nama ayah: Raden Soekemi Sosrodihardjo

  • Nama ibu: Ida Ayu Nyoman Rai

  • Nama istri: Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)

  • Nama anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh, Taufan, Bayu, Kartika

Masa Kecil Ir. Soekarno

Ilustrasi Masa Kecil Ir. Soekarno. Unsplash/ Austrian National Library

Pemilik nama asli Kusno Sosrodihardjo ini merupakan anak ketiga dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Kedua orang tua Soekarno bukanlah orang biasa.

Sang ayah merupakan guru sekolah dasar yang merupakan keturunan Sultan Kediri. Adapun sang ibu yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng Bali dan merupakan keponakan Raja Singaraja terakhir.

Alasan perubahan nama dari Kusno menjadi Soekarno adalah karena semasa kecil, beliau sering mengalami sakit-sakitan. Saat usianya lima tahun, nama Soekarno menjadi identitasnya dan digunakan hingga wafat.

Saat kecil, Soekarno hanya tinggal sebentar dengan orang tuanya di Blitar. Kemudian beliau hidup bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulungagung, Jawa Timur.

Saat menempuh pendidikan di SD, bapak proklamator ini tinggal di Surabaya, tepatnya indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi senior pendiri Syarikat Islam.

Beliau bersekolah dasar di Eerste Inlandse School di Mojokerto dan pada tahun 1911, pria yang kerap disapa Bung Karno ini pindah ke Europeesche Lagere School.

Setelah itu, Soekarno kecil melanjutkan sekolahnya di Hoogere Burger School (HBS). Selama bersekolah di situ, selain belajar pengetahuan umum, Soekarno menempa jiwa nasionalismenya.

Pada tahun 1920, pahlawan nasional Indonesia ini, menetap di Bandung dan melanjutkan jenjang studinya ke Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi (yang sekarang menjadi ITB) dan berhasil memeroleh gelar Insinyur pada 25 Mei 1926.

Baca juga: Biografi Fatmawati, Penjahit Bendera Pusaka Indonesia

Riwayat Pendidikan Ir. Soekarno

Ilustrasi Riwayat Pendidikan Ir. Soekarno, Unsplash/ Cole Keister

Masa kecil dan remaja Ir. Soekarno digunakan untuk menimba ilmu. Berikut riwayat pendidikan Ir. Soekarno berdasarkan laman Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan sma13smg.sch.id:

  • Sekolah Rakyat Eerste Inlandse School, Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto

  • Hoogere Burger School (HBS), Surabaya

  • Technische Hoogeschool (THS), Bandung

Mengutip dari tni.mil.id, setelah tamat HBS, Soekarno melanjutkan ke THS dengan mengambil jurusan teknik sipil. Selang dua bulan setelahnya, beliau meninggalkan kuliahnya.

Lalu, pada tahun 1922, Bung Karno kembali mendaftar dan mampu menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1926 dan menyandang gelar insinyur serta diwisuda saat Dies Natalis ke-6 THS pada 3 Juli 1926 bersama dengan 18 insinyur lainnya.

Dari 18 insinyur tersebut, tiga diantaranya merupakan orang Jawa, yakni Soekarno, Soetedjo, dan Anwari. Adapun dua orang lagi berasal dari Minahasa bernama Johannes Alexander dan Henricus Ondang.

Karier Politik Ir. Soekarno

Ilustrasi Karier Politik Ir. Soekarno. Unsplash/ History in HD

Sikap politik Ir. Soekarno sudah ada sejak beliau masih bersekolah di HBS.

Beliau menghimpun pengalamannya, mulai dari perilaku diskriminasi yang didapatkan, hal-hal yang didengar dari para pemimpin politik, hingga hobi membacanya tentang berbagai peristiwa di dunia.

Pemikiran politiknya ini didapatkan saat beliau di Surabaya dengan berkenalan dengan berbagai tokoh politik seperti Tjokroaminoto, Agus Salim, Sneevliet, Musso, Semaun, Alimin, dan Ki Hadjar Dewantara.

Pada tahun 1918, orang nomor satu Indonesia pada masanya ini menjadi anggota gerakan Jong Java dan mulai menulis di surat kabar SI dan Oetoesan Hindia. Selain itu, beliau juga mulai menampakkan kemampuan retorik yang mengesankan ketika rapat SI.

Tahun 1925, Soekarno mendirikan kelompok studi bernama Algemeene Studie Club (ASC) di Surabaya, di mana kelompok belajar ini menjadi cikal bakal dibentuknya PNI (Partai Nasionalisme Indonesia).

Selain mendirikan PNI pada 1927, Pria kelahiran Blitar ini juga merumuskan ajaran Marhaenisme yang memiliki tujuan Indonesia Merdeka.

Gagasan dan idenya itu akhirnya menyulutkan amarah Belanda dan memasukan Bung Karno ke penjara Sukamiskin pada 29 Desember 1929 di Bandung.

Setelah kejadian tersebut, diadakan sidang pada delapan bulan kemudian. Bung Karno melakukan pembelaan yang berjudul “Indonesia Menggugat” dan menunjukkan kemurtadan Belanda.

Akibatnya, kemarahan Belanda semakin menjadi-jadi yang mana membuat negara tersebut membubarkan PNI pada 1930. Setelah bebas, suami dari penjahit bendera Indonesia ini bergabung dengan Partindo dan menjadi pemimpin.

Sebagai seorang nasionalis, Bung Karno selalu aktif dalam gerakan yang berkaitan dengan nilai-nilai nasionalisme dan persatuan. Baik saat masih dalam kekuasaan asing maupun setelah Indonesia merdeka.

Pergerakan politik yang dijalankan Bung Karno dianggap sangat radikal, sehingga dalam rentang waktu 1930-1942, beliau sudah bolak-balik keluar dan masuk penjara, hingga pengasingan di Flores dan Bengkulu.

Selama pengasingan tersebut, aktivitas menulis Bung Karno tidak berhenti. Beliau bahkan menyelesaikan banyak esai dan pidato yang menjadi inspirasi gerakan kemerdekaan Indonesia.

Peran Ir. Soekarno dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Peran Ir. Soekarno dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia, Foto: KumparanNEWS

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Ir. Soeakrno memiliki peranan penting. Bersama rekannya, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo, beliau merumuskan teks proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Tak hanya itu, Bung Karno bersama rekannya, Bung Hatta juga menandatangani naskah proklamasi serta membacakan teks proklamasi.

Saat pendudukan Jepang, Bung Karno juga berperan dalam perumusan dasar negara Pancasila dalam sidang BPUPKI.

Dalam sidang PPKI, pria yang memiliki Julukan “Sang Fajar” ini juga terpilih menjadi presiden pertama Republik Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakilnya.

Baca juga: Biografi Laksamana Maeda beserta Peran dan Jasanya dalam Kemerdekaan Indonesia

Masa Pemerintahan Ir. Soekarno

Ilustrasi Masa Pemerintahan Ir. Soekarno. Unsplash/ Mufid Majnun

Mengutip dari umj.ac.id, Ir. Soekarno dianggap sosok yang sempurna dalam memimpin Indonesia. Selain berkharisma dan berwibawa, beliau juga merupakan seorang cendekiawan dan ideolog yang tidak bisa diragukan lagi kemampuannya.

Masa pemerintahan Ir. Soekarno disebut juga dengan era nasionalisme dan kebijakan ekonomi terpimpin seperti yang dikutip dari fahum.umsu.ac.id.

Politik Eksternal dan Nasionalisme

  • Bung Karno dikenal sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia serta aktif dalam perjuangan melawan kolonialisme.

  • Politik eksternalnya menekankan pada ketidakbergantungan dan kekuatan nasional, menciptakan Gerakan Non-Blok (GNB) dan membangun hubungan diplomatik dengan berbagai negara di dunia.

Ekonomi Terpimpin

  • Kebijakan ekonomi terpimpin menjadi ciri khas masa pemerintahan presiden pertama RI ini. Pemerintah memiliki kontrol besar terhadap sektor ekonomi utama, seperti perbankan, perdagangan, dan industri.

  • Nasionalisasi perusahaan asing dan redistribusi tanah menjadi perhatian untuk mencapai kemandirian ekonomi.

Politik Nasional

  • Soekarno mencetuskan konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme) sebagai dasar politiknya.

  • Hubungan yang kompleks dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kebijakan konfrontasi dengan Malaysia sehingga menjadi peristiwa penting hingga saat ini.

Penghargaan Ir. Soekarno

Ilustrasi Penghargaan Ir. Soekarno, Unsplash/ Anton Maksimov 5642.su

Sebagai tokoh besar, ada sederet penghargaan yang diberikan kepada Bapak Proklamator Indonesia ini, sebagaimana mengutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id:

  • - : Lenin Star

  • - : Grand Yugoslav Star

  • - : Grand of the Order of the Southern Cross

  • - : Grand Knight of the Order if Oays IX

  • - : Satyalancana Perintis Kemerdekaan

  • - : White Lion Medal

  • - : The Gold Medal od the Concecration

  • - : Collar of the Order of San Martin

  • - : Medal of the Order of the Golden Spur

  • - : The Medal of the Highest Order

  • - : Philippine Legion of Honor

  • - : Medal of Resistence, First Class

  • - : Order of the Condor of the Andes

  • 1959 : Bintang Sewindu APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia)

  • 1959 : Bintang Republik Indonesia Adipurna

  • 1959 : Bintang Gerilya

  • 1959 : Bintang Mahaputera Adipurna

  • 1959 : Bintang Bhayangkara Utama

  • 1959 : Bintang Sakti

  • 1959 : Bintang Garuda

  • 1959 : Bintang Dharma

  • 1963 : Bintang Jasa Utama

  • 23-10-1986 : Pahlawan Proklamator

  • 6 Juni 1961 : Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum

Wafatnya Ir. Soekarno

Ilustrasi Wafatnya Ir. Soekarno. Pexels/Brett Sayles

Pada tahun 1965, terjadi peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) yang menjadi awal mundurnya kepemimpinan Soekarno. Peristiwa ini merupakan insiden besar yang mana terjadi pembunuhan brutal kepada enam jenderal.

Akibatnya, keadaan Indonesia menjadi tidak stabil, sehingga beliau mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Dari surat tersebut, mandat kepemimpinan beralih ke Soeharto, dan pada 1967, secara resmi, Presiden Soekarno digantikan oleh Soeharto.

Sebelum itu, kondisi kesehatan Soekarno sudah mengalami penurunan sejak Agustus 1965. Beliau bahkan dinyatakan mengidap penyakit gangguan ginjal. Kemudian, Bung Karno meninggal pada 21 Juni 1970 di Jakarta dan disemayamkan di Blitar, Jawa Timur.

Bung Karno merupakan tokoh fenomenal dalam sejarah dengan dedikasi dan kiprahnya yang luar biasa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Soekarno juga mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam maupun di luar negeri.

Selain dari universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin dan Institut Agama Islam Negeri Jakarta.

Hebatnya lagi, beliau juga mendapatkan gelar kehormatan dari perguruan tinggi di mancanegara. Di antaranya, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Moscow), Al-Azhar University (Cairo).

Ada berbagai bidang keilmuan yang mampu dikuasai Soekarno. Tidak hanya dalam Ilmu Teknik, tapi juga dalam Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Hukum, Ilmu Sejarah, Filsafat dan Ilmu Ushuluddin.

Baca juga: Biografi Amir Hamzah, Penyair dan Pahlawan Nasional Indonesia

Dari penjelasan biografi Ir. Soekarno lengkap dari masa kecil, masa pemerintahan, hingga akhir kekuasaannya, Soekarno bukanlah manusia biasa. Sebutan “Sang Fajar” menjadi bukti bahwa Soekarno adalah tokoh paling berpengaruh dan disegani banyak orang. (fat)