Konten dari Pengguna

Penemu Kompas, Sejarah, dan Fungsinya

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/RDNE Stock project

Siapakah penemu kompas? Bagaimana awal mula kompas ditemukan? Dan apa fungsi kompas? Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali diutarakan oleh sebagian besar orang yang penasaran dengan sejarah penemuan kompas.

Kompas merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk mengetahui arah mata angin.

Sejak dahulu alat ini difungsikan untuk membantu para pelaut dan pedagang ketika melalui perjalanan jauh.

Daftar isi

Siapa Penemu Kompas?

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Alex Andrews

Perlu diketahui, ada banyak versi sumber yang menyebutkan siapa penemu kompas, salah satunya yakni ilmuan terkemuka William Thomson.

William Thomson, anak dari James Thomson, Profesor Matematika di Universitas Glasgow dan penulis kitab pelajaran matematika, lahir di Irlandia pada 26 Juni 1824.

Pada saat kuliah di Universitas Glasgow dan Universitas Cambridge, William mempelajari karya dari seorang ilmuan yang membahas tentang matematika dan hubungannya dengan listrik dan magnetisme.

Sebagai penunjang pengetahuannya, ia juga mempelajari ilmu tentang kimia dan fisika berdasarkan teori Michael Faraday.

Selama hidupnya, William Thomson kerap mendapatkan hak paten atas penemuan-penemuannya, salah satunya adalah kompas jenis baru dan dapat diterima oleh seluruh dunia hingga berkembang menjadi semakin modern dan canggih.

Sejarah Penemuan Kompas

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich

Bagi yang merasa penasaran dengan sejarah penemuan kompas, simak penjelasan berikut ini:

Diketahui, sejarah penemuan kompas terbagi dalam beberapa versi, mulai dari versi Tiongkok, Arab, hingga Eropa.

1. Penemuan Kompas di Tiongkok

Mengutip dari buku Solusi Feng Shui oleh Mas Dian M.R.E., penemuan kompas pertama kali ada di Tiongkok pada masa Dinasti Han.

Pada awalnya, kompas digunakan sebagai alat untuk meramalkan sesuatu dan berkembang menjadi alat penghitung Feng Shui.

Pada abad ke-3 (tahun 206) sebuah piringan kompas diberi nama Luo Ban digunakan untuk melihat arah dan posisi, mengukur kedudukan bangunan, dan menganalisis cocok tidaknya arah bangunan dengan penghuninya.

Kemudian, pada masa Dinasti Song, masyarakat Tiongkok mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan berputar.

Mengutip dari buku The Ancient Chinese Wisdom oleh Andri Wang, pada abad ke-11 masyarakat Tiongkok sudah mampu membuat kompas dari magnet.

Pada akhir periode Dinasti Bei Song (tahun 960-1127), masyarakat Tiongkok sudah mampu membuat magnet artifisial, yang digunakan sebagai alat penunjuk arah.

Sementara pada abad ke-14 teknik pembuatan kompas ini ditransfer Tiongkok ke negara Eropa.

2. Penemuan Kompas di Arab

Versi lain, sejarah penemuan kompas bermula dari kisah seorang pelaut dari Arab yang dikenal sebagai navigator dan menemukan kompas bernama Ibnu Majid atau Syihabudin Ahmad bin Majid (abad ke-9 hingga ke-15 M).

Ibnu Majid berasal dari Bani Tamim, salah satu kabilah di provinsi Najed, Arab Saudi.

Diketahui, Ibnu Majid kerap dijulukan sebagai Singa Laut dan juga anak nahkoda. Lautan sudah menjadi hal yang tak asing baginya.

Sejak masih usia muda, ia telah mengikuti sang ayah mengarungi Laut Merah. Bahkan ketika beranjak dewasa, Ibnu Majid berlayar hingga ke Samudera Hindia.

Melalui perjalanannya, Ibnu Majid menghasilkan karya yang berjudul al-Fawaid fi Usul Ilm al-Bahr wal Qawaid atau Pedoman Dasar Ilmu Kelautan.

Kecerdasan Ibnu Majid tertuang dalam karya perhitungan pelayarannya yang berhasil membuat kompas modern dengan memiliki 32 arah mata angin.

3. Penemuan Kompas di Eropa

Setelah kompas Ibnu Majid terbentuk, William Thomson (1877) mulai mengembangkan kompas yang dapat diterima oleh masyarakat luas.

Mengutip dari buku Saku Pandu Bermutu karya Rumisih, MPd, William Thomson berusaha untuk memperbaiki kekurangan dari bentuk kompas sebelumnya, terutama pada kesalahan yang timbul akibat deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam kapal.

Baca Juga: Mengenal Penemu Kulkas di Dunia dan Sejarah Perkembangannya

Fungsi Kompas

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Valentin Antonucci

Dalam kehidupan, kompas biasanya, digunakan sebagai alat atau perangkat yang digunakan untuk menentukan arah atau orientasi geografis.

Ketika dalam kondisi, seperti berpetualang di hutan, melakukan kegiatan penjelajahan alam, atau dalam situasi darurat yang butuh menemukan arah dengan cepat, kompas menjadi alat yang sangat dibutuhkan.

Kompas sangat penting dalam kegiatan navigasi, baik di darat, laut, atau udara. Dalam pelayaran, pesawat terbang, atau peta topografi, kompas membantu untuk menjaga orientasi dan menghindari tersesat.

Fungsi utama kompas adalah sebagai alat untuk menentukan arah mata angin, khususnya arah utara dan selatan. Selain itu, terdapat beberapa fungsi lain dari kompas, diantaranya:

1. Mengukur Besar Sudut di Peta

Kompas dapat digunakan untuk mengukur besar sudut peta pengganti busur derajat.

2. Membantu Menentukan Letak Orientasi

Dalam orientasi lapangan, yang merupakan kegiatan untuk mengenal area yang akan di survei serta untuk mengetahui seberapa luas daerah tersebut, dapat dilakukan dengan berbantuan kompas.

3. Memudahkan Perhitungan dan Pembacaan Peta

Kompas yang dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti tanda panah penyesuai, konektor, penggaris, kaca pembesar, lensa pembidik, serta cermin yang dapat digunakan untuk memudahkan pembacaan, pembidikan, dan perhitungan.

Baca Juga: Profil Penemu Telegraf Mesin dan Sejarah Perkembangannya

Manfaat Kompas

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Lara Jameson

Sebagai alat yang dapat menunjukkan arah mata angin, kompas sangat diperlukan saat sedang melakukan perjalanan.

Hal ini lantaran kompas bermanfaat sebagai penentu arah yang tepat, terutama di alam terbuka supaya tidak tersesat.

Ada beberapa manfaat lain dari kompas yang perlu diketahui, diantaranya:

1. Mendeteksi Cuaca

Arah mata angin yang ditunjukkan kompas dapat digunakan untuk mendeteksi atau memprediksi cuaca.

2. Menentukan Arah Kiblat

Kompas juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat. Caranya yakni dengan memutar kompas hingga menunjukkan nilai azimuth 0/360 derajat untuk utara dan 180 derajat untuk selatan.

3. Mengetahui Lokasi dengan Tepat

Saat dalam perjalanan, kompas dapat dimanfaatkan untuk mengetahui suatu lokasi dengan berpedoman pada arah yang telah ditentukan.

4. Membantu Pilot Mengarahkan Pesawat

Dalam bidang aviasi, kompas berperan penting dalam membantu pilot mengarahkan pesawat menuju lokasi yang tepat.

Cara Menggunakan Kompas

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Lara Jameson

Prinsip kerja kompas menggunakan gaya tarik menarik antara magnet pada jarum kompas dan kutub magnet bumi.

Berikut ini cara menggunakan kompas dengan benar agar mendapatkan arah yang akurat.

  • Letakkan kompas pada permukaan datar.

  • Tunggu jarum kompas hingga tidak bergerak dan menunjukkan arah utara dan selatan.

  • Bidik sasaran menggunakan visir dan melalui celah pada kaca pembesar.

  • Miringkan kaca pembesar sekitar 50 derajat dengan kaca dial.

  • Apabila penglihatan visir kurang jelas, maka luruskan garis pada tutup dial ke arah visir searah dengan sasaran bidik, supaya mudah terlihat melalui kaca pembesar.

  • Jika sasaran bidik 30 derajat, maka bidik ke arah 30 derajat.

  • Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu titik sasaran sepanjang jalur 30 derajat, caranya cari benda yang cukup menonjol di sekitar untuk dijadikan patokan supaya tidak kehilangan jalur.

  • Sebelum bergerak menuju sasaran bidik, tentukan sasaran balik terlebih dahulu, agar dapat kembali ke tempat semula jika tersesat.

Jenis-Jenis Kompas

Ilustrasi penemu kompas, Foto: Pexels/Monstera Production

Terdapat berbagai jenis-jenis kompas yang dapat digunakan, diantaranya:

1. Kompas Analog

Penggunaan kompas jenis ini sangatlah sederhana, cukup dengan meletakkannya di tempat yang datar dan biarkan jarum menunjukkan ke arah utara dan selatan.

2. Kompas Prisma

Kompas ini dikenal juga sebagai kompas bidik. Biasanya digunakan oleh tim SAR, aparat TNI, dan kegiatan pendakian gunung untuk membidik sasaran dan menentukan derajat posisi sasaran.

3. Kompas Orienteering

Kompas ini dikenal juga dengan kompas silva, yaitu kompas yang berfungsi untuk membantu navigasi di daratan.

4. Kompas Digital

Kompas digital menjadi salah satu jenis kompas yang paling populer saat ini karena dinilai lebih praktis dan informatif. Kompas ini memiliki sensor yang menjadi alat kerja utamanya.

Demikian, itulah penjelasan mengenai penemu kompas yang lengkap dengan sejarah penemuannya hingga fungsi, jenis, dan manfaatnya dalam kehidupan.(SCI)

Baca Juga: Profil Penemu Televisi dan Sejarah Perkembangannya