Profil Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri di Kabinet Merah Putih

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari profil Bima Arya Sugiarto diketahui dirinya aktif dalam berbagai inisiatif untuk memajukan kota, termasuk dalam penataan kota, pengelolaan transportasi, dan pengembangan sektor pariwisata.
Mengutip dari Surat Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 73/M/Tahun 2024 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029, Bima Arya Sugiarto diangkat menjadi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Bima Arya Sugiarto
Bima Arya Sugiarto adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Wali Kota Bogor sejak tahun 2014 hingga tahun 2024. Ia lahir pada 17 Desember 1972 di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bima Arya Sugiarto memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan.
Kemudian melanjutkan studi ke Australia dan meraih gelar Master di Monash University serta gelar PhD dari Australian National University.
Selain dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat, Bima Arya Sugiarto juga aktif di media sosial, sering kali menyampaikan berbagai kebijakan serta perkembangan kota Bogor melalui platform digital.
Biodata Bima Arya Sugiarto
Berikut adalah biodata dari Bima Arya Sugiarto.
Nama Lengkap: Bima Arya Sugiarto
Tanggal Lahir: 17 Desember 1972
Tempat Lahir: Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Umur: 51 Tahun
Nama Instagram: @bimaaryasugiarto
Pekerjaan: Politikus dan Akademisi
Agama: Islam
Nama Istri: Yane Ardian Racham
Tahun Pernikahan: 2002
Jumlah Anak: 2 orang (Kinaura Maisha dan Kenatra Mahesha)
Baca Juga: Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang Kandidat Menteri dalam Kabinet Prabowo
Pendidikan Bima Arya Sugiarto
Berikut adalah riwayat pendidikan Bima Arya Sugiarto.
SDN Polisi IV Bogor (1985)
SMP Negeri 1 Bogor (1988)
SMA Negeri 1 Bogor (1991)
S1 Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung
S2 Master of Arts, Monash University, Melbourne, Australia (1996-1998)
S3 Doktor Ilmu Politik, Australian National University, Canberra, Australia (2002-2006)
Baca Juga: Profil Ni Luh Puspa, Perempuan Bali yang Jadi Wakil Menteri
Perjalanan Karier Bima Arya Sugiarto
Sebelum terjun ke dunia politik, Bima Arya Sugiarto memiliki latar belakang sebagai akademisi dan peneliti. Kariernya dimulai sebagai dosen di bidang Ilmu Politik dan Hubungan Internasional.
Ia juga aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), sebuah lembaga riset ternama di Jakarta. Di CSIS, Bima banyak terlibat dalam penelitian tentang politik internasional, pemerintahan, dan demokrasi.
Pengamat Politik
Sebagai pengamat politik, ia sering muncul dalam diskusi-diskusi publik dan menjadi komentator di berbagai media. Keterlibatannya sebagai pengamat politik menjadikan namanya dikenal luas oleh publik.
Memasuki Dunia Politik
Pada tahun 2005, Bima Arya Sugiarto memutuskan untuk bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), partai politik yang didirikan oleh Amien Rais.
Ketua DPP PAN (2005-2010)
Di PAN, karier politik Bima terus menanjak. Pada periode 2005–2010, ia menjabat sebagai Ketua DPP PAN Bidang Komunikasi. Bima terlibat dalam mengkoordinasikan komunikasi partai dan memperluas jaringan politik PAN.
Pencalonan sebagai Wali Kota Bogor (2013)
Bima maju sebagai calon Wali Kota Bogor melalui jalur PAN. Kampanye yang dilakukan mengusung tema perubahan dengan visi untuk menjadikan Bogor sebagai kota yang lebih maju, tertata, dan ramah lingkungan.
Wali Kota Bogor (2014–2019, Periode Pertama)
Bima Arya dilantik sebagai Wali Kota Bogor pada tahun 2014. Di bawah kepemimpinannya, Bima Arya berfokus pada beberapa isu utama, yaitu:
Reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan kota.
Pembenahan transportasi publik, termasuk program penataan angkot.
Penataan tata kota dan infrastruktur untuk mengatasi masalah kemacetan.
Pengembangan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Bogor.
Peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.
Terpilih Kembali sebagai Wali Kota Bogor (2019–2024), Periode Kedua)
Di periode kedua ini, Bima Arya memperkuat kebijakan-kebijakan yang telah dirintis sebelumnya, dengan penekanan pada beberapa aspek baru:
Transformasi digital dalam pelayanan publik.
Pengelolaan lingkungan hidup, dengan fokus pada pengurangan sampah plastik dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur, termasuk proyek pelebaran jalan dan pembangunan flyover untuk mengatasi kemacetan yang kronis di Bogor.
Penanganan banjir yang sering terjadi di Bogor, dengan memperbaiki sistem drainase kota dan revitalisasi sungai.
Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman sebagai pengamat politik, profil Bima Arya Sugiarto berhasil menerapkan visinya dalam pemerintahan dan kini akan menjalani hari-harinya di jajaran Kabinet Merah Putih.
Kepemimpinannya yang transparan, modern, dan responsif membuatnya menjadi salah satu tokoh politik yang diperhitungkan di tingkat lokal maupun nasional. (DDC)
Baca Juga: Profil Meutya Hafid, Salah Satu Menteri Kabinet Prabowo
