Profil Dmitry Bivol, Petinju Profesional Rusia

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Dmitry Bivol seorang petinju profesional asal Rusia, telah mencuri perhatian dunia tinju dengan gaya bertarungnya yang elegan dan rekor kemenangan yang mengesankan. Postur tubuhnya ideal untuk kelas berat ringan. Bivol dikenal memiliki pertahanan yang solid dan pukulan jab yang akurat.
Kemenangan paling fenomenal yang diraih petinju ini yaitu saat mengalahkan petinju legendaris, Saul Canelo Alvarez pada tahun 2022.
Kemenangannya tersebut tak hanya mengukuhkan namanya sebagai petinju terbaik dunia, tetapi juga ia dapat membuktikan bahwa dirinya dapat menjadi ancaman yang serius bagi para juara di kelas berat ringan lainnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Dmitry Bivol
Bagi penggemar yang penasaran dengan proful Dmitry Bivol, ia memiliki nama lengkap Dmitry Yuryevich Bivol. Bivol lahir di Tokmak, Kirgistan pada 18 Desember 1990. Ia terlahir dari seorang ibu berdarah Korea dan ayah seorang Moldova (dulunya Uni Soviet).
Sejak kecil ia sudah menunjukkan bakat alaminya dalam olahraga tinju. Bivol dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung bakatnya tersebut, dan telah berlatih tinju sejak usianya 6 tahun.
Berkat bakat dan dedikasinya yang tinggi, membuat Bivol menjadi cepat berkembang dan menonjol di antara teman-temannya.
Baca Juga: Profil Ahmed Al Kaf: Wasit Indonesia vs Bahrain
Biodata Dmitry Bivol
Berikut adalah biodata Dmitry Bivol:
Nama lengkap: Dmitry Yuryevich Bivol
Nama panggung: Dmitry Bivol
Tempat, tanggal lahir: Tokmak, Kirghiz SSR, Uni Soviet, 18 Desember 1990
Kebangsaan: Rusia
Tinggi: 183cm
Divisi: Ringan-berat
Style tinju: Ortodoks
Perjalanan Karier Dmitry Bivol
Perjalanan karier Dmitry Bivol dalam dunia pertinjuan sudah ia asah sedari kecil. Ia sudah terjun ke dunia tinju sejak berusia 6 tahun. Pada usianya yang menginjak 11 tahun, ia pindah ke St. Petersburg, Rusia untuk melanjutkan pelatihan tinjunya.
Di kota tersebut, Bivol bergabung dengan klub tinju berkualitas dan berlatih dengan pelatih-pelatih yang berpengalaman. Pelatihan intensif yang ia dapatkan pun semakin hari semakin membuatnya matang untuk menjadi seorang petinju.
Dikutip dari box.live, Bivol bertarung dengan posisi ortodoks tradisioanl, yang berarti ia lebih suka menggunakan tangan kanannya sebagai tangan terkuat saat bertarung.
Bivol mengawali kariernya menjadi seorang petinju amatir. Ia mengoleksi tujuh medali emas dari berbagai kejuaraan. Salah satunya di World Combat Games 2013 di kategori berat 81kg.
Di tahun 2012 dan 2014 ia menjadi juara tinju amatir nasional Rusia di kelas berat-ringan. Rekor amatirnya yang mengesankan ini menjadi modal berharga untuk Bivol saat ia memutuskan untuk beralih ke profesional.
Bivol memulai debut profesionalnya pada tahun 2014. Sejak awal, ia menunjukkan dominasi yang luar biasa di atas ring. Tekniknya yang solid dan pukulannya yang keras, membuatnya dapat mudah mengalahkan lawan-lawannya.
Pada tahun 2016 petinju ini memenangkan gelar kelas berat ringan WBA (World Boxing Association) pertama setelah berhasil mengalahkan Felix Valera yang sebelumnya tak pernah terkalahkan.
Di tahun 2017, ia mempertahankan gelarnya tersebut saat melawan Samuel Clarckson dan menjadi headline acara ShoBox di MGM National Harbor di Maryland.
Banyak penghargaan dan kemenangan yang ia raih hingga namanya semakin dikenal di kalangan pecinta tinju. Salah satu kemenangan terbesarnya sebelum ia menghadapi Canelo yaitu saat mengalahkan petinju veteran, Jean Pascal.
Baru kemudian di tanggal 7 Mei 2022, Dmitry Bivol kembali menciptakan kejutan yang sangat besar dengan mengalahkan Saul Canelo Alvarez.
Pertarungan ini saat itu sangat dinanti-nantikan oleh para penggemar tinju, karena Canelo dianggap sebagai salah satu petinju pound-for-pound terbaik.
Dikutip dari globalfighttalk.com, pound-for-pound atau P4P adalah sistem pemeringkatan yang biasanya digunakan dalam olahraga pertarungan sebagai cara untuk membandingkan petarung di seluruh cabang olahraga tanpa memandang kelas berat.
Saat itu Bivol tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan Canelo dengan keputusan mutlak. Kemenangan ini membawa nama Bivol semakin terkenal dan juga membuka peluang baginya untuk dapat menghadapi petinju-petinju kelas dunia lainnya.
Bivol berhasil membuktikan bahwa ia adalah seorang petinju yang memiliki kemampuan untuk dapat mengalahkan siapa pun. Petinju ini telah mencatat rekor menang-kalah-draw sebanyak 23-0-0, 12 KO.
Namun, di tahun 2024 Bivol telah kehilangan gelar WBA nya dari Artur Beterbiev pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Pertandingan berlangsung seru dan menarik sejak ronde pertama, hingga akhirnya Beterbiev meraih juara lewat Majority Decision dengan skor 114-114, 115-113, dan 116-112.
Baca Juga: Siapa Presiden AFC? Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Penghargaan Dmitry Bivol
Beikut adalah penghargaan Dmitry Bivol yang telah diraih:
Tahun 2005 mendapatkan medali emas pada Kejuaraan Pelajar Eropa Tver di kelas menengah ringan
Tahun 2006 mendapatkan medali emas pada Kejuaraan Eropa Kadet Tirana di kelas menengah
Tahun 2006 mendapatkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Kadet Istambul di kelas menengah
Tahun 2007 mendapatkan medali emas pada Baku di kelas berat ringan
Tahun 2008 mendapatkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Youth Guadalajara di kelas menengah
Tahun 2012 mendapatkan medali emasi pada Kejuaraan Eropa U22 Kaliningrad di kelas berat ringan
Tahun 2013 mendapatkan medali emas pada Kejuaraan DUmia Sait Petersburg
Tahun 2016 merebut gelar WBA Interim kelas berat ringan melawan Felix Valera
Tahun 2017 mempertahankan gelar WBA Interim melawan Robert Berridge
Tahun 2017 mempertahankan gelar WBA Interim melawan Samuel Clarkson
Tahun 2017 mempertahankan gelar WBA dari juara interim menjadi juara penuh
Tahun 2018 mengalahkan penantang asal Kuba, Sullivan Barrera
Tahun 2018 mempertahankan gelar WBA melawan Isaac Chilemba
Tahun 2019 mempertahankan gelar WBA Super melawan Lenin Castillo
Tahun 2021 mempertahankan gelar WBA Super melawan Craig Richards
Tahun 2021 mempertahankan gelar WBA Super melawan Umar Salamov
Tahun 2022 mengalahkan Saul Canelo Alvarez, juara kelas menengah super terbaik
Tahun 2023 mempertahankan gelar WBA Super dan merebut Gelar IBO Lyndon Arthur
Baca Juga: Biodata Gali Freitas, Perjalanan Karier, dan Prestasinya
Demikian adalah profil Dmitry Bivol, yang merupakan petinju profesional dari Rusia. Gaya bertarungnya yang elegan telah menginspirasi banyak orang. Semoga ia dapat terus meraih kesuksesan di masa depan. (Mit)
