Konten dari Pengguna

Profil Furky Syahroni, Pendaki Wanita sekaligus Kreator Konten Gunung

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk profil Furky Syahroni. Foto: Pexels/Bisesh Gurung
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk profil Furky Syahroni. Foto: Pexels/Bisesh Gurung

Profil Furky Syahroni sebagai wanita pendaki gunung kerap mencuri perhatian kalangan pecinta alam. Selain karena kisah pendakiannya yang inspiratif, berbagai cerita unik di baliknya juga menjadi topik yang tak luput dari perbincangan.

Momen dan cerita tersebut ia bagikan melalui kanal YouTubenya, Furky TM. Dari sana, diketahui bahwa Furky terakhir kali mengunggah video mengenai pendakiannya di Gunung Spantik, Pakistan, yang memiliki ketinggian 7.027 mdpl.

Sebab pendakian itu, Furky mengalami sunburn cukup parah yang membuat wajahnya terkesan ‘cemong.’ Hal ini lantas menjadi viral dan membuat publik awam penasaran akan profil sosoknya, terutama setelah ia memberi keterangan terkait.

Daftar isi

Profil Furky Syahroni

instagram embed

Profil Furky Syahroni dikenal para pecinta alam sebagai sosok wanita pendaki gunung yang aktif membagikan pengalaman pendakiannya melalui akun YouTube Furky TM. Ia sering mendaki berbagai gunung, baik di dalam maupun luar negeri.

Kecintaannya terhadap bidang pendakian dan pembuatan konten dimulai sejak 2016. Bermula dari konten solo, namanya semakin dikenal setelah ia berkolaborasi dengan rekan tim lainnya, termasuk Fiersa Besari, penyanyi Indonesia.

Baca juga: Profil Felmy Sumaehe, Petinju Wanita Asal Indonesia

Kehidupan Awal Furky Syahroni

instagram embed

Sebelum populer sebagai kreator konten pendakian, Furky Syahroni merupakan atlet softball. Ia menekuni bidang ini sejak SMP, tepatnya sejak 2004 hingga 2014, mewakili kota Bogor, Jawa Barat, untuk kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Furky juga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Telkom jurusan Teknik Industri. Setelah lulus, ia memilih berhenti dari dunia softball, yang telah ia geluti selama 10 tahun, karena ingin fokus bekerja.

Sejalan dengan jurusan perkuliahan yang ia ambil, tahun 2014 Furky memulai kariernya sebagai asisten manajer di salah satu ritel supermarket. Di sana, ia kemudian diangkat menjadi manajer, sampai akhirnya memutuskan berhenti di tahun 2018.

Salah satu alasan di baliknya adalah agar ia memiliki kebebasan lebih dalam melakukan traveling jauh, yang telah menjadi kecintaannya sejak awal. Karena itu, ia memilih lanjut berkarier dengan menjalankan bisnis ‘kecil-kecilan’ milik keluarganya.

Berbicara tentang keluarga, Furky diketahui berasal dari keluarga dengan tiga bersaudara. Ketiganya memiliki hobi serupa, yakni traveling, meski saudara-saudaranya lebih cenderung bepergian ke perkotaan, bukan mendaki gunung seperti Furky.

Jejak Pendakian Furky Syahroni

instagram embed

Mengutip YouTube Rikas Harsa (Gue Salut Banget Sama Pendaki Wanita Ini - Furky Syahroni | Podcast BBM) dan Prasodjo Muhammad (Apakah Gunung Di Luar Negeri Ada Pasar Setan? – Furky Syahroni | Skak Ster #13), inilah jejak pendakian Furky:

Baca juga: Kiper Timnas Putri Indonesia, Fani Supriyanto: Karier, dan Fakta Menariknya

1. Masa Awal Pendakian

Pendakian pertama Furky Syahroni terjadi tanpa rencana besar. Tahun 2016, ia mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah, sendirian. Niat awalnya hanya untuk berkemah dan menikmati suasana, tanpa persiapan sebagaimana pendaki profesional.

Awalnya, Furky tidak berpikir akan mendaki lagi. Namun, begitu sampai di puncak, pemandangan yang menakjubkan membuatnya ingin kembali. Dari sana, ia mulai belajar strategi pendakian, mencari tim, dan semakin serius menekuni hobi barunya.

2. Permulaan Membuat Konten

Seiring waktu, ia mendaki lebih banyak gunung dan merekam perjalanan. Sayangnya, video-video itu hanya tersimpan tanpa sempat diedit. Barulah, saat pandemi, Furky akhirnya mengedit dan mengunggahnya di kanal YouTube pribadinya.

Gunung pertama yang ia jadikan konten 'utuh' adalah Gunung Leuser, Aceh, dengan waktu pendakian 11 hari. Meski begitu, sebenarnya ia telah mendaki gunung Kilimanjaro, Afrika, sebelum gunung tersebut, tetapi pendakian ini diunggah setelahnya.

3. Ekspedisi Bersama Tim

Dengan tekadnya, Furky bersama tim melakukan banyak pendakian menantang lainnya. Di antaranya, ia pernah mengikuti ekspedisi ke Everest Base Camp, Island Peak, dan Mera Peak, yang mana ketiganya memiliki ketinggian kurang lebih 6.000 mdpl.

Selain itu, masih di daerah Nepal, ia juga pernah mendaki Thorong Peak. Sementara, di dalam negeri, ia pernah menjejakkan kaki di Gunung Rinjani (NTB), Gunung Dewata (Sulawesi Barat), Bukit Raya (Kalimantan Tengah), dan masih banyak lagi.

4. Perjalanan Paling Berkesan

Dari semua pendakian, Furky mengaku bahwa Gunung Leuser, yang ia daki sebanyak dua kali, menjadi gunung yang paling berkesan di Indonesia. Sedangkan, di luar negeri, ia menjadikan Mera Peak sebagai gunung favoritnya per awal 2024.

Walau belum ada pernyataan berganti favorit, pada Juli-Agustus 2024, sang pendaki berhasil menaklukan Spantik Peak, Pakistan. Gunung ini menjadi yang tertinggi (7.027 mdpl) dalam catatan pendakiannya, dengan total ekspedisi satu bulan.

5. Perbedaan Ekspedisi Dalam dan Luar Negeri

Pada Prasodjo Muhammad, Furky bercerita bahwa perbedaan mendaki di Indonesia dan luar negeri cukup signifikan. Gunung luar memiliki suhu ekstrem, bahkan di EBC ia sempat mengalami AMS tetapi berhasil bertahan dan menyelesaikan ekspedisi.

Sebaliknya, gunung-gunung di Indonesia cuacanya cukup bersahabat, hanya saja lebih penuh rintangan, seperti jalur yang tertutup dan kondisi medan yang lebih sulit ditembus. Pastinya, setiap pendakian memiliki tantangannya tersendiri.

6. Catatan Pendakian Hingga Kini

Hingga kini, Furky telah mendaki sekitar 50 gunung dengan total pendakian lebih dari 80 kali (per 2024). Sebagai kreator konten, ia juga masih aktif merekam perjalanan, baik dilakukan sendiri, terutama di luar negeri, maupun dengan bantuan tim.

Pengalaman ekspedisinya tidaklah murah. Setiap ekspedisi biasanya menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah. Karena itu, banyak yang menjulukinya sebagai “pendaki hedon” dalam konteks candaan pada sosok inspiratif ini.

Fakta Menarik Furky Syahroni

instagram embed

Mantan atlet softball ini tidak hanya dikenal sebagai pendaki gunung, tetapi juga memiliki berbagai sisi menarik dalam kehidupannya. Dari hobi, kebiasaan, hingga pengalaman uniknya, berikut adalah beberapa fakta menarik Furky Syahroni:

  • Furky aktif berbagi pengalaman mendakinya melalui YouTube Furky TM dengan lebih dari 269 ribu pengikut.

  • Film favoritnya antara lain Silence of the Lambs, Twelve Angry Men, Interstellar, dan Cloud Atlas. Ia juga menyukai buku Le Petit Prince.

  • Saat di gunung, sebelum tidur ia kerap mendengarkan musik untuk mencari ketenangan.

  • Setelah mendaki Gunung Spantik di Pakistan, ia terkena sunburn parah dan sempat viral di media sosial.

  • Saat kelas 6 SD, ia menangis karena kelinci peliharaannya dikejar anjing.

  • Meski dulu memiliki kelinci, kini kucing menjadi hewan favoritnya.

  • Ia menyukai sate sebagai makanan favoritnya dan mangga arumanis sebagai buah favoritnya.

  • Dibandingkan kopi, Furky lebih memilih teh sebagai minuman favoritnya.

  • Ia lebih menyukai film bergenre aksi yang penuh tantangan dan petualangan.

Baca juga: 3 Atlet Panjat Tebing Wanita Indonesia dan Profil Singkatnya

Itulah profil Furky Syahroni, seorang wanita pendaki sekaligus kreator konten gunung yang kerap viral. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kunjungi kanal YouTube Furky TM atau ikuti perjalanan terbarunya di media sosial. (NF)