Konten dari Pengguna

Profil Riva Siahaan, Dirut Pertamina Patra Niaga yang Jadi Tersangka Korupsi

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Riva Siahaan. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Profil Riva Siahaan. Foto: Pertamina

Profil Riva Siahaan, Dirut Pertamina Patra Niaga, menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan KKKS tahun 2018-2023.

Penetapan tersebut dilakukan pada Senin malam, 24 Februari 2025. Dalam keterangannya, Kejagung menyebut bahwa Riva terlibat dalam praktik ilegal pengoplosan bahan bakar, yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun.

Kasus ini mengejutkan publik karena terjadi hanya beberapa jam setelah Riva Siahaan menerima sejumlah penghargaan PROPER. Hal itu lantas membuat banyak pihak semakin penasaran dengan rincian kasus, jejak karier, dan profil sang dirut.

Daftar isi

Profil Riva Siahaan

instagram embed

Menurut profil Riva Siahaan di situs LinkedIn, Riva merupakan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang distribusi energi. Ia menjabat posisi tersebut setelah diangkat melalui RUPS pada 2023.

Sebelum menjadi Dirut, Riva memiliki pengalaman panjang di sektor energi dan keuangan, termasuk sebagai Direktur Niaga PT Pertamina International Shipping. Namun, perjalanan ini tercoreng setelah ia tersandung kasus korupsi pada 24 Februari 2025.

Baca juga: Profil Rohidin Mersyah, Mantan Gubernur Bengkulu, yang Jadi Tersangka Korupsi

Pendidikan Riva Siahaan

instagram embed

Dalam pendidikannya, Riva Siahaan tercatat sebagai lulusan Universitas Trisakti dengan gelar Sarjana Administrasi Bisnis. Gelar ini ia dapat setelah menempuh pendidikan dari tahun 1994 sampai 1999, dengan fokus studi Manajemen Pemasaran.

Setelah itu, pada 2001-2003, ia melanjutkan studi di Oklahoma City University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di bidang Teknologi Informasi, yang semakin menguatkan modalnya dalam berkarier.

Jejak Karier Riva Siahaan

instagram embed

Riva Siahaan memiliki rekam jejak panjang di industri energi, khususnya di lingkungan PT Pertamina dan anak perusahaannya. Untuk lebih jelasnya, simak jejak karier Riva Siahaan menurut data di laman linkedin.com, berikut ini:

Baca juga: Profil Harun Masiku, Koruptor yang Sedang Buron

1. Industri Periklanan

  • Account Manager - Matari Advertising (Maret 2005 - Maret 2007)

    → Menangani strategi pemasaran dan branding untuk klien korporat.

  • Ass. Account Director - TBWA\ Indonesia (Maret 2007 - September 2008)

    → Bertanggung jawab atas pengelolaan komunikasi merek dan kampanye pemasaran.

2. PT Pertamina (Persero)

  • Key Account Officer (September 2008 - Maret 2010)

    → Mengelola akun strategis dan klien utama industri energi.

  • Senior Bunker Officer I (April 2010 - Desember 2013)

    → Mengembangkan bisnis dan strategi bunker di Jakarta.

  • Senior Bunker Officer I (Desember 2013 - Januari 2015)

    → Mengelola operasional bunker di Jakarta dan Singapura.

3. Pertamina Energy Services Pte. Ltd.

  • Bunker Trader (Februari 2015 - Februari 2016)

    → Mengembangkan bisnis bunker internasional dan perdagangan bahan bakar laut.

4. PT Pertamina (Persero)

  • Senior Officer Industrial Key Account (Februari 2016 - April 2018)

    → Menangani akun strategis industri migas dengan transaksi USD 119 juta/bulan.

  • Pricing Analyst, Market and Product Development - Retail Fuel Marketing (Maret 2018 - April 2019)

    → Menganalisis harga serta pengembangan produk BBM ritel.

5. PT Pertamina International Shipping

  • VP Crude & Gas Operation (April 2019 - Desember 2020)

    → Mengelola operasional kapal minyak mentah, LPG, dan LNG.

  • VP Sales & Marketing (Desember 2020 - Mei 2021)

    → Bertanggung jawab atas strategi penjualan serta pemasaran layanan pengapalan.

  • Commercial Director (Mei 2021 - Oktober 2021)

    → Mengawasi aspek niaga dan operasional bisnis pengapalan energi.

6. PT Pertamina Patra Niaga

  • Corporate Marketing & Trading Director (Oktober 2021 - Juni 2023)

    → Menyusun strategi pemasaran dan perdagangan produk energi Pertamina.

  • Chief Executive Officer (Juni 2023 - Sekarang)

    → Memimpin distribusi dan perdagangan energi di PT Pertamina Patra Niaga.

Kekayaan Riva Siahaan

instagram embed

Dengan catatan panjang perjalanan kariernya, sang Dirut tentu memiliki total harta kekayaan yang signifikan. Bagi yang penasaran, berikut adalah rincian harta kekayaan Riva Siahaan untuk periodik 2023, berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id:

I. DATA HARTA

A. Tanah dan Bangunan (Rp7.750.000.000)

  1. Tanah dan bangunan seluas 120 m² di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri – Rp2.000.000.000

  2. Tanah dan bangunan seluas 150 m² di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri – Rp2.500.000.000

  3. Tanah dan bangunan seluas 275 m²/80 m² di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri – Rp3.250.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin (Rp2.900.000.000)

  1. Motor Honda Revo (2011), hasil sendiri – Rp5.000.000

  2. Motor Piaggio MP3 (2014), hasil sendiri – Rp175.000.000

  3. Mobil Toyota Vellfire (2018), hasil sendiri – Rp850.000.000

  4. Motor Harley Davidson Ultra Classic (2005), hasil sendiri – Rp320.000.000

  5. Mobil Lexus RX350 (2023), hasil sendiri – Rp1.550.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya (Rp808.000.000)

D. Surat Berharga (Rp1.500.000.000)

E. Kas dan Setara Kas (Rp8.685.000.000)

Sub Total: Rp21.643.000.000

II. HUTANG

  • Rp2.650.000.000

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I - II)

  • Rp18.993.000.000

    (Delapan belas miliar sembilan ratus sembilan puluh tiga juta rupiah)

Kasus Korupsi Riva Siahaan

instagram embed

Riva Siahaan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak bersama tiga petinggi Pertamina dan tiga pemimpin perusahaan swasta. Dalam kasus ini negara mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp193,7 triliun.

Adapun kasus diketahui terjadi pada 2018–2023, ketika Pertamina seharusnya mengutamakan pasokan minyak mentah dalam negeri. Namun, tersangka diduga mengondisikan produksi kilang agar turun sehingga impor minyak mentah menjadi prioritas.

Selain menurunkan produksi kilang, tersangka juga menolak minyak mentah dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Akibatnya, minyak yang seharusnya digunakan dalam negeri diekspor, sementara kebutuhan dalam negeri dipenuhi dengan impor.

Dalam keterangan, JAM-Pidsus menyatakan bahwa ada permainan antara pejabat Pertamina dan broker minyak. Pihak tersebut memenangkan broker tertentu secara melawan hukum dalam pengadaan impor minyak mentah dan produk kilang.

Sepanjang pengadaan ini, Riva diduga mengimpor BBM jenis RON 90 (Pertalite), kemudian mencampurnya di depo menjadi RON 92 (Pertamax). Praktik ini dianggap melanggar aturan dan berdampak pada subsidi BBM yang dibebankan kepada APBN.

Setelah pemeriksaan, kasus korupsi pengelolaan minyak ditetapkan pada 24 Februari 2025, hanya beberapa jam setelah Riva menerima penghargaan dari PROPER. Kejaksaan Agung menegaskan akan terus mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Baca juga: Profil Sugianto Kusuma, Pemilik Perusahaan Agung Sedayu Group

Demikian ulasan seputar profil Riva Siahaan, Dirut Pertamina Patra Niaga yang jadi tersangka kasus korupsi tata kelola minyak. Untuk perkembangan terbaru kasus ini, pembaca dapat mengakses informasi melalui situs resmi dan tepercaya lainnya. (NF)