Profil Sunarto, Ketua Mahkamah Agung Terpilih Periode 2024-2029

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Sunarto sedang menjadi sorotan publik setelah dirinya resmi terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) untuk periode 2024-2029. Keputusan ini merupakan hasil dari gelaran Sidang Paripurna MA RI pada Rabu, 16 Oktober 2024 kemarin.
Berdasarkan laman mahkamahagung.go.id, sebelum keputusan itu keluar, Sunarto sedang dalam masa jabatan sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. Dirinya berhasil meraih 30 dari 45 hak suara dan mengalahkan 3 orang hakim agung lainnya.
Berkat keunggulan suara tersebut, "Pemilu-MA" lantas hanya berlangsung satu putaran, di mana Sunarto ditetapkan sebagai Ketua MA terpilih dan akan tercatat dalam sejarah sebagai Ketua MA yang ke-15 jika sudah dilaksanakannya pelantikan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Sunarto
Mengutip profil Sunarto pada laman pn-tilamuta.go.id, sosok Hakim Agung dengan gelar Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. ini diketahui merupakan kelahiran Sumenep, 11 April 1959, dari pasangan H.R. Moh. Tahir Ardikusumo dan Hj. R.A. Su’udiyah.
Dirinya kini menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, sejak pelatikannya pada Februari 2023 lalu. Jabatannya ini Sunarto raih setelah melewati beberapa posisi lainnya, mulai dari Calon Hakim hingga Ketua Kamar Pengawasan MA RI.
Kiprah sang Wakil Ketua MA di bidang peradilan itu dibarengi dengan alur pendidikan yang memadai. Berdasar catatannya, Sunarto telah menyelesaikan tiga tahap studi, mulai dari S1 sampai S3, sebelum kemudian mendapat gelar Guru Besar Kehormatan.
Integritas dan kemampuan Sunarto ini telah lama diakui dunia peradilan. Tak heran, pada tahun 2024, pria kelahiran Sumenep tersebut masuk ke dalam jajaran calon Ketua MA dan berhasil terpilih untuk mengisi bangku jabatan periode 2024-2029.
Baca juga: Profil Dyah Roro Esti, Pendidikan, dan Rekam Jejaknya
Riwayat Pendidikan Sunarto
Sunarto menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Sumenep, kota kelahirannya di Pulau Madura. Di kota ini pula, dirinya menempuh tahap awal pendidikan, dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat sekolah menengah atas (mahkamahagung.go.id).
Setelah lulus, Sunarto melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, dan meraih gelar Sarjana Hukum di tahun 1984. Ia juga turut meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, pada tahun 2000.
Tak hanya itu, pria berusia 65 tahun tersebut telah mendapat gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga pada tahun 2012. Dari universitas ini pula, pada 10 Juni 2024, Sunarto mendapat anugerah gelar Guru Besar Kehormatan di bidang Ilmu Hukum.
Rekam Jejak Sunarto
Dikutip dari mahkamahagung.go.id, Sunarto tercatat memulai kariernya di dunia peradilan sebagai Calon Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya pada tahun 1985. Dua tahun berselang, ia kemudian dilantik sebagai hakim di Pengadilan Negeri Merauke.
Selama menjabat, ia kerap berpindah tempat dan berpindah jabatan. Sebagaimana pada tahun 1992 ketika ia melanjutkan karier di Pengadilan Negeri Blora, serta pada tahun 1998 ketika ia kembali harus berpindah ke Pengadilan Negeri Pasuruan.
Di Pengadilan Negeri Pasuruan ini integritas dan kecakapan Sunarto kian diakui, sehingga pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Wakil Ketua Pengadilan tersebut. Lalu, di akhir tahun yang sama, ia dipercaya menjadi Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek.
Tak lama dari itu, pada tahun 2005, pria 1959 ini menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Jabatannya ini menghantarkan Sunarto untuk selanjutnya bertugas sebagai Hakim Tinggi pengawas di Badan Pengawasan MA RI pada tahun 2006.
Pada tahun 2009, ia diangkat menjadi Inspektur Wilayah III (Kalimantan-Sulawesi), sebelum beralih menjadi Inspektur Wilayah II (Jawa-Bali) di tahun 2011. Selanjutnya, 2013 menjadi tahun awal puncak kariernya sebagai Kepala Badan Pengawasan MA RI.
Kariernya terus meningkat, di mana pada tahun 2015 ia dilantik menjadi Hakim Agung, tahun 2017 menjadi Ketua Kamar Pengawasan MA RI, tahun 2018 menjadi Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, hingga tahun 2023 menjadi Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.
Sejak pelantikan terbarunya sebagai Wakil Ketua MA, masih terhitung tak lama darinya, nama Sunarto menjadi satu dari 4 kandidat calon Ketua MA RI, menggantikan masa jabatan M. Syarifuddin, dan ia resmi terpilih sebagai ketua pada 16 Oktober 2024.
Baca juga: Profil Ribka Haluk, Perempuan Pertama yang Jadi Gubernur di Papua
Kekayaan Sunarto
Berdasarkan lembar Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara pada laman elhkpn.kpk.go.id, berikut merupakan catatan harta kekayaan Sunarto yang disampaikan pada tanggal 19 Maret 2024 untuk periodik 2023:
1. Tanah dan Bangunan (Rp5.410.000.000)
Tanah dan bangunan seluas 303 m2/70 m2 di KAB/KOTA MALANG, HASIL SENDIRI (Rp1.500.000.000)
Tanah dan bangunan seluas 136 m2/45 m2 di KAB/KOTA MALANG, HASIL SENDIRI (Rp250.000.000)
Tanah seluas 5872 m2 di KAB/KOTA SUMENEP, HASIL SENDIRI (Rp600.000.000)
Tanah seluas 327 m2 di KAB/KOTA SUMENEP, HASIL SENDIRI (Rp60.000.000)
Tanah dan bangunan Seluas 270 m2/100 m2 di KAB/ KOTA SURABAYA, HASIL SENDIRI (Rp3.000.000.000)
2. Alat Transportasi dan Mesin (Rp200.000.000)
MOBIL, SUZUKI S CROSS Tahun 2016, HASIL SENDIRI (Rp200.000.000)
3. Harta Bergerak Lainnya (Rp100.000.000)
4. Kas dan Setara Kas (Rp3.593.643.413)
TOTAL HARTA KEKAYAAN: Rp9.303.643.413
Itulah ulasan profil Sunarto, ketua Mahkamah Agung terpilih periode 2024-2029, lengkap dengan riwayat pendidikan dan rekam jejaknya. (NF)
Baca juga: Profil Wihaji, Mantan Bupati Batang Kandidat Menteri dalam Kabinet Prabowo
