Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut lebih dari 1.800 orang ditangkap selama dan setelah aksi protes yang diwarnai kekerasan di Prancis pada Sabtu (17/10). Aksi tersebut melibatkan bentrokan, pembakaran, dan penjarahan.
"1.800 orang telah ditangkap dan saat ini penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku tindakan tersebut agar mereka dapat dibawa ke pengadilan," ujar Nunez melalui media sosial X, Minggu (18/10) dikutip dari AFP.
Adapun kerusuhan ini berawal dari demonstrasi yang diinisiasi mahasiswa dan kelompok rompi kuning. Mereka membawa isu turunnya kualitas pendidikan dan naiknya biaya hidup dengan upah yang rendah.
Demonstrasi ini berujung kericuhan dengan sejumlah orang yang menggunakan penutup muka dan jaket bertudung mulai menjarah toko-toko.