Ratusan santri di Sidoarjo, Jawa Timur, keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9). Mereka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Notopuro.
Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim yang juga Ketua Satgas MBG Jatim, menyebut semua pasien sudah tertangani.
“Jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini, ini kemudian dalam waktu yang sangat pendek ya, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang, mohon maaf, terbengkalai pasien,” ucap Emil.
Menurut Emil, berdasarkan data yang didapatnya, santri yang jadi korban tidak hanya dari satu pesantren. Namun, pemasok MBG yang dikonsumsi santrinya berasal dari SPPG yang sama.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren beliau, Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi, kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kali Tengah,” ucap Emil.
Teguh Bayu Wibowo selaku Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur menyatakan SPPG yang dimaksud sudah diberhentikan.
“Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini, SPPG kita berhenti operasional,” ujar dia.
Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam menyebut ada sekitar 1.000 santri yang mengonsumsi MBG pada saat itu. Sebanyak 400 di antaranya dilarikan ke rumah sakit.
“Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya, kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” ujar dia.