Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap proyeksi World Economic Forum (WEF) 2025 bahwa 92 juta pekerjaan diperkirakan hilang pada 2030 akibat perubahan dunia kerja. Di sisi lain, teknologi diproyeksikan menciptakan 170 juta pekerjaan baru.
AHY mengingatkan tenaga kerja agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan kebutuhan industri akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia meminta pekerja beralih ke bidang pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi.
“Kita harus masuk ke wilayah pekerjaan barunya, jangan kemudian kita menjadi korban, masuk ke wilayah pekerjaan yang hilang dan tidak lagi diperlukan,” kata AHY dalam Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta, Senin (12/10).
AHY juga menyebut 59 persen pekerja membutuhkan peningkatan atau pembaruan keterampilan melalui program reskilling dan upskilling. Menurutnya, kemampuan digital, berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah perlu diperkuat agar tenaga kerja tidak tertinggal.
Untuk menghadapi perkembangan AI, AHY menekankan empat fondasi utama, yakni konektivitas, kemampuan komputasi, konteks lokal, dan kompetensi sumber daya manusia. Ia menilai peningkatan keterampilan menjadi kunci agar masyarakat mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing