Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
28 Sep 2026 18:43 WIB
Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri, Panel Surya Rusak karena Erupsi
Sebanyak delapan aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dilaporkan hilang saat tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pengecekan dan perbaikan peralatan di kawasan tersebut.
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, setelah tim mendatangi lokasi, pihaknya memastikan delapan unit aki tersebut hilang akibat dicuri.
"Kemarin setelah tim mendatangi GAK, ada 8 unit Accu (aki) yang hilang dicuri," kata Suwarno.
Selain aki, tim juga menemukan sejumlah perangkat pemantauan mengalami kerusakan. Salah satunya panel surya yang menjadi sumber daya peralatan di kawasan GAK.
"Tim juga mendapati 11 solar panel rusak, kemungkinan besar kerusakan disebabkan terkena lontaran material dari erupsi. Kini yang masih berfungsi tersisa 3 unit," jelasnya.
Suwarno menjelaskan, tim PVMBG sebelumnya datang ke kawasan GAK untuk melakukan perbaikan sejumlah perangkat pemantauan, termasuk kamera CCTV yang mengalami gangguan.
Saat pengecekan dilakukan, petugas menemukan aki yang menjadi sumber daya perangkat tersebut sudah tidak berada di lokasi.
"Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan nggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang," ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan aksi pencurian tersebut terjadi. Namun, diduga kehilangan terjadi setelah aktivitas erupsi GAK mulai mereda.
"Ya, mungkin (hilangnya) habis erupsi, nggak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana," katanya.
Untuk kembali mengaktifkan perangkat pemantauan, PVMBG telah memasang dua unit aki sebagai sumber daya sementara untuk menghidupkan sensor seismik, CCTV, dan radio telemetri.
"Jadi kemarin kita pasang 2 Accu, itu untuk menyalakan sensor seismik, CCTV, dan Radio Telemetri yang kemarin sempat rusak pada aktivitas erupsi," tuturnya.
Namun, Suwarno mengatakan sejumlah sensor dan peralatan lain belum dapat dipasang kembali karena keterbatasan sistem catu daya.
"Untuk sebagian sensor atau peralatan lain terpaksa tidak dipasang dulu karena sistem catu daya yang tidak cukup," pungkasnya.

0 Komentar

Belum ada komentar