Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
4 Sep 2026 18:56 WIB
Gubernur Jatim Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Sidoarjo
Ratusan siswa dan santri Manbaul Hikam Sidoarjo mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9). Dugaan keracunan itu berasal dari penyaluran MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.⁠
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa SPPG Kalitengah selama ini menyuplai 18 lembaga pendidikan di sekitarnya dan berjalan dengan aman.⁠
Ia mengungkapkan terdapat perbedaan jam pengiriman MBG dari SPPG kepada para siswa atau penerima manfaat. Hal tersebut diduga menjadi penyebab keracunan MBG yang dialami ratusan siswa dan santri di Sidoarjo.⁠
"Apa bedanya? Bedanya adalah pada masa pengiriman SPPG itu ke titik penerima manfaat. Jadi kalau selesai dimasak jam 5, kemudian jam 7 diantar, jam 10 sudah bisa dimanfaatkan oleh penerima manfaat, ini semua aman. Tapi kemudian ada yang dikirimnya baru jam 11 lebih, dikonsumsi jam 12.30 sampai jam 1, inilah yang kemudian ditemukan ada masalah," kata Khofifah di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9).⁠
Khofifah mengatakan bahwa perlu adanya pembenahan dan pengawasan sistem pengiriman MBG agar tidak terlambat disalurkan kepada penerima manfaat.⁠
Jumlah siswa dan santri Manbaul Hikam Sidoarjo yang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 664 korban per Kamis (3/9). Dugaan keracunan itu terjadi setelah para siswa dan santri mengonsumsi MBG pada Selasa (1/9). Mereka mengalami gejala, mulai dari mual, muntah, pusing hingga diare.⁠

0 Komentar

Belum ada komentar