Istana mengungkap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, operasi dilakukan dengan menebar garam (NaCl) dan dry ice dari pesawat.
Di Sumatera Selatan, sejak 16 Oktober, petugas telah melakukan delapan sorti penerbangan dengan menebar 1.600 kg garam dan 4.000 kg dry ice. Prasetyo menyebut, hasil positif terlihat dari penurunan PM2.5 dan peningkatan jarak pandang.
Di Kalimantan Tengah, OMC telah berlangsung sejak 26 Agustus dengan 48 sorti penerbangan dan 43.800 kg garam yang ditebar. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, operasi sejak 10 Oktober telah mencapai 23 sorti penerbangan dengan 23.000 kg garam.
Adapun di Kalimantan Barat, sejak 22 Agustus, petugas telah melakukan 107 sorti penerbangan dengan menebar 98.800 kg garam. Hujan dilaporkan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota berdasarkan laporan kejadian pada 19 Oktober 2026.
Pemerintah juga menggelar OMC dari Posko Lampung dan Posko Bantuan Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan untuk membantu penanganan karhutla dan mendukung turunnya hujan di wilayah terdampak.