Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku sudah menghubungi langsung Presiden Prabowo Subianto soal kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menurut Anwar, Prabowo setuju mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menangani krisis tersebut.
Anwar menyampaikan hal itu kepada awak media di sela Hari Tinjauan Belanjawan 2027 di Kementerian Keuangan, Putrajaya, Kamis (8/10).
Selain Anwar, Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia juga menghubungi rekan sejawat masing-masing untuk menawarkan kerja sama sejak beberapa pekan lalu. Keduanya adalah Mohamad Hasan dan Arthur Joseph Kurup.
"Tingkat ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat," ujar Anwar.
Kondisi udara di Malaysia memburuk, dengan 38 kawasan mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) tidak sehat per pukul 15.00 waktu setempat. Kabut asap disebut terus memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di Indonesia.
Di dalam negeri, Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) bersama sejumlah lembaga terkait meningkatkan operasi hujan buatan lewat penyemaian awan hampir setiap hari, namun kondisinya masih meresahkan.
Anwar juga meminta Menteri Luar Negeri menghubungi Sekretariat ASEAN untuk menggelar satu lagi pertemuan dengan para menteri lingkungan hidup di kawasan.
"Insya Allah kita akan coba lagi," kata Anwar.