Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi penyampaian aspirasi di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (28/10). Ia meminta massa menyampaikan pendapat tanpa melakukan tindakan anarkistis.
“Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preemtif kepolisian. Dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum,” kata Suyudi di Mabes Polri, Rabu (28/10).
Suyudi juga mengingatkan peserta aksi untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami berpesan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,” ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 53 elemen mahasiswa dan masyarakat telah memberitahukan rencana aksi penyampaian pendapat di wilayah DKI Jakarta pada hari ini. Polda Metro Jaya mencatat ada 77 kegiatan yang membutuhkan pengawalan dan penjagaan, terdiri dari 53 aksi penyampaian aspirasi dan 24 kegiatan masyarakat lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan pengamanan melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengamanan dalam (Pamdal).
“Yang perlu menjadi penekanan adalah keselamatan peserta aksi penyampaian aspirasi dan keselamatan dari seluruh masyarakat yang memiliki aktivitas menjadi prioritas utama petugas TNI, Polri, Pemprov DKI, dan Pamdal,” kata Budi.
Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aksi di sejumlah titik, termasuk kawasan Sudirman-Thamrin.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan sekitar 1.000 personel lalu lintas disiagakan untuk mengatur arus kendaraan. Pengalihan arus akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.