Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari-9 BMKG pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, terdapat indikasi sebaran asap di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Menurut Prakirawan BMKG, Wahyu Argo, hal ini bisa terjadi karena pola angin di lapisan atmosfer yang bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut.
"Secara umum, pola angin di lapisan atmosfer bawah bertiup dari arah timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut. Sementara itu, pada lapisan atmosfer menengah hingga atas, angin cenderung bertiup dari arah timur laut menuju barat daya. Perbedaan arah angin pada berbagai lapisan atmosfer tersebut memungkinkan adanya transport asap kebakaran hutan dan lahan dari wilayah Kalimantan menuju Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten," jelas Wahyu.
Meski begitu, BMKG juga menyebut yang terdeteksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya belum tentu seluruhnya mencapai permukaan tanah.
Sebagian masih dapat berada pada lapisan atmosfer atas, sehingga dampaknya terhadap kualitas udara permukaan perlu diverifikasi melalui pemantauan PM2.5 dan AQI.
Per hari ini (17/8), asap karhutla di Jakarta yang terlihat di citra satelit Himawari-9 disebut mulai berkurang dan menghilang di wilayah Jakarta.
"Kalau berdasarkan video ini (citra satelit Himawari-9 lewat website BMKG), asap sudah berkurang, bahkan mulai menghilang dari atas Pulau Jawa," kata Sekretaris Utama BMKG, Guswanto dikonfirmasi kumparan pada Sabtu (17/8).