Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Kabareskrim, dan jajaran kepolisian atas langkah penegakan hukum dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan doa dan dukungan kepada Presiden Prabowo agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan kedaulatan negara dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram. Dalam video itu, ia mengapresiasi keberanian aparat dalam menangani perkara tersebut secara proporsional dan profesional.
“Kami sangat mengapresiasi langkah dan keberanian tersebut, dan kami juga memberikan rasa hormat atas penanganan perkara tersebut secara proporsional dan profesional, mendudukkan setiap orang dalam kedudukan yang sama tanpa melihat pangkat dan jabatan,” kata Dedi Mulyadi atau yang biasa akrab disapa KDM.
Ia berharap prinsip Polri bersama masyarakat dapat menjadi semangat dalam penegakan hukum, membangun kesetaraan, serta melindungi masyarakat yang lemah.
Selain itu, ia mengingatkan agar lembaga yang memiliki kewenangan melakukan penyadapan tidak menyalahgunakan kewenangan tersebut untuk kepentingan di luar ketentuan undang-undang.
Menurutnya, penyadapan semestinya dilakukan untuk kepentingan penegakan hukum serta menjaga keamanan dan keselamatan negara, bukan untuk kepentingan politik atau tujuan lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
“Penyadapan hanya diberlakukan untuk satu, penegakan hukum; dua, menjaga keamanan dan keselamatan negara, bukan untuk kepentingan politik dan kepentingan lainnya yang bertentangan dengan undang-undang,” katanya.