Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir atau akrab disapa Tata menilai hubungan Indonesia dan Singapura telah cukup matang untuk membicarakan perbedaan pandangan secara jujur dan terbuka. Menurut dia, kedua negara perlu menyelesaikan perbedaan secara konstruktif dengan tetap menghormati kepentingan masing-masing.
Hal itu disampaikan Tata dalam pernyataan bersama Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10).
"Hari ini, hubungan Indonesia-Singapura sudah cukup matang untuk berbicara secara jujur dan terbuka, terutama ketika kita memiliki perbedaan pandangan,” kata Tata.
"Yang terpenting bukanlah letak perbedaan kita, melainkan bagaimana kita menyelesaikan perbedaan tersebut secara konstruktif, penuh rasa hormat, dan terbuka,” lanjutnya.
Tata mengatakan, Indonesia dan Singapura merupakan lebih dari sekadar negara tetangga. Kedua negara, menurut dia, merupakan mitra yang memiliki masa depan bersama sehingga perlu membangun hubungan berdasarkan tanggung jawab dan rasa saling menghormati.
Ia menegaskan, komitmen Indonesia untuk menjadi tetangga yang baik sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto tidak berhenti sebagai slogan. Indonesia yang semakin kuat, kata dia, juga diharapkan dapat memperkuat negara-negara tetangga dan kawasan Asia Tenggara.