Lorong lantai dua sebuah kos di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, tampak minim pencahayaan meski hari belum sepenuhnya gelap.
Di ujung lorong itu, terdapat kamar yang selama lebih dari 20 tahun menjadi tempat tinggal Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada Jumat, (23/10).
Saat kumparan mendatangi lokasi pada Selasa (27/10), pintu kamar Hasan dalam keadaan terkunci. Kamar itu berada di bagian paling ujung lorong lantai dua.
Menurut tetangganya, keluarga Hasan belum sempat datang ke tempat tinggal tersebut setelah kecelakaan.
Kondisi lorong menuju kamar Hasan juga tampak memprihatinkan. Lantai kayunya sudah lapuk, bahkan terdapat bagian yang jebol.
Bangunan kos dua lantai itu memiliki enam kamar di lantai dua dan empat kamar di lantai satu. Di sisi bagian belakang bangunan, terdapat bantaran sungai, sementara area lantai satu menyatu dengan fasilitas sumur dan jamban.
Di tempat sederhana itulah Hasan tinggal seorang diri dengan biaya sewa sekitar Rp 300 ribu per bulan. Selama lebih dari dua dekade, kamar tersebut menjadi tempatnya beristirahat setelah menghabiskan sebagian besar hari di jalan untuk mencari penumpang.
Tetangga Hasan, Suparno (60), mengatakan Hasan sudah tinggal di kos tersebut jauh sebelum dirinya menetap di lingkungan itu delapan tahun lalu.
“Pak Hasan sudah di sini lama, 20 tahun lebih, bisa lebih,” kata Suparno saat ditemui kumparan, Selasa (27/10).
Selama mengenal Hasan, Suparno mengingat tetangganya itu sebagai sosok yang rajin bekerja. Hasan biasa berangkat mencari penumpang selepas Subuh dan baru kembali pada malam hari.