Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
21 menit lalu
Pertamina Percepat Pemulihan Pengiriman BBM di Bali, Atasi Antrean di SPBU
BBM di Bali mengalami kelangkaan selama beberapa hari terakhir. Pantauan kumparan, Selasa (13/10), antrean kendaraan mengular di beberapa SPBU yang terletak di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Salah satu warga Denpasar, Julita (43), mengantre di SPBU Pertamina Sesetan. Dia mengatakan sudah mengunjungi sebanyak 4 SPBU di kawasan Panjer dan Sesetan, tetapi antrean kendaraan tetap mengular. "Saya antre di 4 SPBU. Panjer dua full, di Sesetan Utara, sama di sini," kata Julita ketika ditemui Kumparan di SPBU Pertamina Sesetan, Selasa (13/10). Julita mengaku sudah mengantre selama 1 jam untuk mendapatkan BBM. Dia memutuskan untuk berteduh sambil menunggu gilirannya tiba di bahu jalan SPBU Pertamina Sesetan. Menanggapi kelangkaan BBM di Bali, Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina sedang mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali. Pemulihan tersebut dilakukan melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU dan optimalisasi suplai secara kontinu selama 24 jam. Ahad mengatakan Kapal Tanker MT Klasogun yang mengangkut pasokan Pertalite dan Biosolar telah sandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada Selasa (13/10) pagi. Sementara itu, penyaluran BBM mulai dilaksanakan pada siang hari. Tambahan pasokan BBM dari Pertamina juga telah dilakukan pada Senin (12/10) ketika kapal pengangkut datang dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. BBM tersebut mulai didistribusikan ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengeklaim stok BBM di Bali tersedia di depo yang terletak di Sanggaran, Denpasar dan Manggis, Karangasem. Distribusi juga dilaksanakan mulai Senin (12/10) sore hingga Selasa (13/10). Namun, distribusi tersebut tidak mulus karena kemacetan yang terjadi di jalan. Menurutnya, kondisi antrean BBM di Bali disebabkan karena masyarakat yang takut kehabisan BBM sehingga berbondong-bondong mengantre dalam waktu yang bersamaan.
"Mungkin karena warga takut kehabisan, ramai-ramai sekaligus sehingga suplainya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang ngisi kendaraannya," ucap Koster.

0 Komentar

Belum ada komentar