Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
19 menit lalu
Polisi Kejar-kejaran Kurir Narkoba di Medan, Bawa 450 Vape Narkoba Asal Malaysia
Satresnarkoba Polrestabes Medan melakukan pengejaran terhadap kurir yang membawa 450 buah vape kandungan narkoba asal Malaysia di Jalan Setia Budi, Kota Medan, pada Senin (21/9). Kurir narkoba tersebut sempat melarikan diri hingga lima kilometer dari kejaran polisi.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan bahwa awalnya petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya dugaan peredaran narkoba.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi kendaraan sebuah mobil yang melintas di Jalan Ngumban Surbakti, Kota Medan. Diduga mobil tersebut membawa narkoba dalam jumlah besar.
"Kami sempat membuntuti mobil pelaku, namun dalam proses pembuntutan gerak-gerjk laju mobil pelaku semakin mencurigakan. Sehingga kami putuskan melakukan penyergapan di Jalan Setia Budi Medan, setelah pembuntutan dan kejar-kejaran berlangsung sejauh 5 kilometer," kata Rafli dalam keterangannya, Kamis (8/10).
Mobil tersebut kemudian berhasil dicegat dan menangkap pelaku berinisial RS (31) sebagai kurir warga Aceh. Selanjutnya, 450 vape narkoba, di antaranya 320 vape narkoba merek King dan 130 vape narkoba merek Wukong berhasil diamankan.
"Narkoba kami temukan di kursi tengah mobil yang dikemudikan pelaku, 320 vape narkoba merek King dan 130 vape narkoba merek Wukong," ujar Rafli.
Selain vape kandungan narkoba, polisi juga mengamankan sejumlah lembar mata uang asing yakni Malaysia, Singapura, China dan Mesir.
Rafli menuturkan, pelaku baru mengaku pertama kali melakukan aksinya. Namun, polisi menduga pelaku merupakan jaringan utama narkoba Malaysia ke Indonesia.
Hal itu diungkapkan Rafli, sebab berdasarkan data perjalanan pelaku dalam satu bulan terakhir, pelaku telah melakukan perjalanan dari Medan menuju Malaysia.
"Pelaku ini bolak-balik Indonesia dan Malaysia. Kita dugaan yang bersangkutan masuk dalam jaringan utama. Pelaku juga berupaya menghilangkan jejak komunikasi. Karena saat diringkus, hal yang pertama kali dilakukan pelaku adalah merusak telepon genggamnya sendiri," ucap Rafli.
Kini, pihak kepolisian sedang mengejar pemasok narkoba maupun pengendali pelaku yang diduga berada di Malaysia.

0 Komentar

Belum ada komentar