Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjawab pertanyaan warga, khususnya warga Bekasi yang menggunakan fasilitas transportasi milik Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu yang dikeluhkan yakni mengenai halte TransJabodetabek milik Pemprov DKI yang melintasi Kota Bekasi. Hingga saat ini halte tersebut tak kunjung dibangun.
"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun, begitu," lalu hadirin tertawa.
Sambil berseloroh Pram mengatakan, urusan pembangunan halte adalah tanggung jawab Pemkot Bekasi. Namun, apabila tak kunjung dibangun, maka pembangunan halte akan diambil alih oleh Pemprov DKI.
"Sebab kalau haltenya enggak dibangun-bangun nanti kami salah lho, malahan," seloroh Pram.
"Tapi kalau enggak dibangun-bangun nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," ucap Pram sambil tersenyum.
Layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Jakarta belum sepenuhnya didukung fasilitas halte yang memadai. Sejumlah rute, seperti B11 Summarecon Bekasi-Cawang, B21 Bekasi Timur-Cawang, B25 Terminal Bekasi-Dukuh Atas, dan B41 Vida Bekasi-Cawang Sentral, telah melayani warga, namun tanpa ketersediaan halte.