Begini ilustrasi kondisi penumpang KRL Green Line saat jam sibuk. Ruang yang semestinya cukup untuk berdiri dengan nyaman, justru dipadati penumpang yang harus berdesakan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi Commuter Line Jabodetabek telah melampaui kapasitas standar, terutama di lintas Green Line, Red Line, dan Blue Line.
Kondisi paling parah terjadi di Green Line (Rangkasbitung–Tanah Abang), dengan tingkat okupansi mencapai 160 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Red Line (Bogor) sebesar 130 persen dan Blue Line (Bekasi) sebesar 120 persen.
"Yang Rangkasbitung itu okupansinya sekarang lebih dari 100 persen, 160 persen. Yang ke Bekasi itu 120 persen. Kemudian yang Bogor itu 130 persen. Jadi kalau standarnya itu tadi 1 banding 6 [6 orang per meter persegi]. Nah, Bogor dan Bekasi itu masih sekitar 1 banding 7 [7 orang per meter persegi]. Sementara kalau yang Rangkasbitung ini 1 banding 12 [12 orang per meter persegi]," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI, Rabu (23/9).