Polrestabes Semarang menggelar rekontruksi kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Kabupaten Semarang yang ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka setelah hilang setahun lamanya, pada Rabu (7/10).
Rekonstruksi digelar di dua tempat. Pertama yakni di kos tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22) di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang atau tempat Very membunuh Mozza.
Rekonstruksi kedua dilakukan di pinggir jalan Tol Semarang di wilayah Jangli tempat Very membuang jasad Mozza.
Rekonstruksi itu disaksikan langsung oleh kedua orang tua Mozza, Singgih Gunarsa dan istrinya. Keduanya terlihat sangat terpukul saat menyaksikan adegan demi adegan.
Bahkan, saat Very datang, Singgih langsung memukulinya. Namun tindakannya itu dihentikan oleh petugas kepolisian yang berjaga.
Kasat PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Srinitri mengatakan, rekonstruksi dilakukan bersama jaksa dengan melibatkan tersangka dan enam orang saksi.
"Dalam rekonstruksi pertama di TKP kos di wilayah Candisari, kami melaksanakan sekitar 55 adegan. Selanjutnya, rekonstruksi dilanjutkan di tempat pembuangan jenazah di wilayah Jangli," ujar Srinitri, Rabu (7/10).
Ia menjelaskan, puluhan adegan yang diperagakan hari ini sesuai dengan keterangan tersangka dan para saksi dalam pemeriksaan sebelumnya.
Salah satu saksi yang dihadirkan termasuk juga orang yang membeli motor Honda Vario milik Mozza. Motor itu ternyata dijual tersangka dengan harga sekitar Rp 6 juta.
Sementara itu, ayah Mozza, Singgih mengaku tidak bisa menahan emosinya saat bertemu dengan Very. Pukulan yang dilayangkan kepada pembunuh putri sulungnya itu merupakan bentuk kemarahan sekaligus kesedihan.
"Pastilah (marah). Jenengan (kamu) kalau, apa namanya, jadi orang tua, di sekolahan pun anak kita seperti itu saja sakit, kan. Apalagi seperti ini. Ini pertama kali saya melihat tersangka," ucap Singgih.