Tumpukan sampah terlihat menutupi aliran kali di Jalan Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/9).
Pantauan kumparan di lokasi, sampah yang didominasi wadah makan berbahan styrofoam itu menumpuk di bawah jembatan hingga hampir menutupi aliran kali.
Kasan (75), warga sekitar, mengatakan tumpukan sampah tersebut baru muncul setelah hujan deras yang terjadi pada Selasa (22/9) malam.
Sehari sebelumnya, sampah dan material kayu yang sempat menumpuk di lokasi telah diangkut oleh petugas kebersihan dari Kecamatan Beji.
“Baru, semalam ini (tumpukan sampah),” kata Kasan saat berbincang dengan kumparan, Rabu (23/9).
Menurut Kasan, kondisi serupa kerap terjadi setiap kali hujan deras. Sampah yang terbawa aliran air kemudian tersangkut di sekitar jembatan.
“Iya, betul, selalu (ada tumpukan). Kalau hujan deres, ya udah, kumpul di sini (sampahnya),” ujarnya.
Kasan menyebut tumpukan sampah tersebut terbawa dari arah hulu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber sampah, termasuk apakah berasal dari aktivitas usaha tertentu.
“Kalau misal itu mah emang tidak (tahu), soalnya datangnya emang dari atas. Sampah, tuh,” katanya.
Ia mengatakan aliran kali tersebut berasal dari kawasan Pasar Lama, Depok, yang berjarak sekitar 4,8 kilometer.
Selain itu, Kasan menyebut, kondisi jembatan dan kali di lokasi membuat sampah mudah tersangkut ketika debit air meningkat.
Kasan juga mengatakan sampah yang menumpuk sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak terkait dan kemudian diangkut. Namun, tumpukan sampah yang terlihat pada Rabu (23/9) pagi belum dilaporkan kembali.
“Ya, belum (lapor),” ujarnya.
Kasan berharap pemerintah tidak hanya mengangkut sampah ketika kali tersumbat, tetapi juga melakukan pengerukan untuk memperdalam aliran kali.
“Kalau harapan saya sih penginnya dikeruk, didalamin,” kata Kasan.
Ia menilai kondisi kali yang dangkal membuat aliran air dan sampah lebih mudah tertahan di sekitar jembatan. Kasan mengaku pengerukan kali belum pernah dilakukan.
“Perasaan belum pernah sih beberapa pengalaman ini dikeruk. Belum pernah,” ujarnya.
“Enggak pernah dikeruk,” sambung Kasan.