Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
16 Sep 2026 18:33 WIB
Sungai Cileungsi Ikut Mengering, Warga Gunungsari Bogor Kesulitan Air
Kemarau panjang membuat Sungai Cileungsi di Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, ikut mengering. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah kemarau berlangsung sekitar dua bulan, warga mulai mengandalkan sisa aliran Sungai Cileungsi untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk mencuci pakaian. Namun, kondisi sungai yang mulai mengering membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air. Salah satunya Ibu Ema, warga Gunungsari. Ia mengatakan air di rumahnya masih ada, tetapi jumlahnya sangat terbatas. “Air di rumah ada, cuman setetes saja cukup buat mandi anak kecil aja, kalau buat nyuci kurang banget airnya, apalagi airnya yang keluar lumpur aja karena udah asat di dalam sumurnya. Kalau nyuci pun nggak cocok, jadi kita butuh banyak air bersih untuk mencuci baju dan keperluan kita sehari-hari” ujar Ema saat ditemui di Sungai Cileungsi, Rabu (16/9/2026). Kondisi tersebut membuat Ema membawa cucian ke Sungai Cileungsi. Ia juga mengaku belum mendapat bantuan tandon air dari pemerintah desa. “Kalau untuk bantuan tandon air kayaknya belum ada di kampung saya hanya ada di kampung satunya, itu juga harus lewatin sungai ini jadi kita ambil aja air dari sungai ini,” jelasnya. Meski menjadi salah satu sumber air bagi warga, kondisi Sungai Cileungsi saat ini juga terdampak kemarau. Warga terpaksa mengambil air yang masih tersisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ema berharap pemerintah tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi menyediakan stok air yang bisa digunakan warga selama kemarau panjang. “Minimal dibantu air atau ada solusi dari kemarau panjang ini, persediaan air harus ada buat masyarakat, tandon air juga perlu diperbanyak karena sekarang cuma satu, sementara warga yang jauh dari tandon tidak punya stok air,” katanya. Kekeringan telah melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor sejak Mei 2026. BMKG menetapkan Kabupaten Bogor berstatus Awas kekeringan pada 11–20 September 2026 dan memprediksi September menjadi periode puncak kemarau.

0 Komentar

Belum ada komentar